14 October 2020, 21:30 WIB

Perpustakaan Lembata jadi Destinasi Wisata Edukasi


Alexander P. Taum | Nusantara

BANGUNAN megah berlantai dua itu dibangun di samping rumah jabatan 
bupati dan bekas kantor Bupati Lembata. Bangunan dengan konstruksi 
modern klasik itu diproyeksi menjadi salah satu icon wisata edukasi di 
Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Longginus Lega, menyebutkan, gedung perpustakaan yang dibangun dengan kontruksi klasik modern berbahan mewah. Gedung tersebut di proyeksi menjadi salah satu objek wisata edukasi.

"Kalau Landscapenya ditata dengan baik, gedung perpustakaan daerah kita tata untuk menjadi salah satu objek wisata edukasi," ujar Longginus 
Lega.

Fisik gedung yang sedang dalam pengerjaan itu menelan biaya 9 Miliar 
rupiah, akan selesai pada 23 oktober 2020 sesuai masa kontrak kerja. 
Tidak ada addendum atau perpanjangan waktu kerja lagi.

"Itu bukan gedung kantor, tetapi Perpustakaan daerah. Itu fasilitas 
public. Progresnya 85 persen. Di dalam gedung itu ada ruangan koleksi 
cukup luas. Kemudian ada ruangan baca bagi masyarakat umum dan 
anak-anak. Ada pula ruang penyimpanan buku-buku. Ada juga Auditorium 
lengkap dengan panggung, berkapasitas 300 orang," ujar Kepada Dinas 
Perpustakaan Daerah Lembata, Longginus Lega.

Menurut Kadis Perpustakaan Daerah, hingga saat ini pihaknya belum 
memiliki tenaga Pustakawan. Namun dengan tenaga dan staf yang tersedia, pihaknya optimistis memiliki tenaga yang memiliki qualifikasi standar pelayanan perpustakaan.

"Belum ada pustakawan. Hanya staf yang sudah mengerti standar pelayanan perpustakaan.  Tugas kita memberi pelayanan," ujar Longginus Lega.

Lega menjelaskan, di dalam gedung tersebut, ada ruangan koleksi cukup 
luas. Kemudian ada ruangan baca untuk umum dan anak-anak, ada pula ruang  penyimpanan buku buku. Ada juga Auditorium lengkap dengan panggung, berkapasitas 300 orang.

"Kalau ada yang mau buat acara silahkan lakukan di situ. Itu rumah besar  seluruh rakyat lembata. Bentuknya klasik modern. Kedepan diharapkan  pelayanan kita baik, koleksi kita tersedia, kemudian meningkatkan minat  baca masyarakat," ujar Longginus Lega.

Kepala Dinas Perpustakaan daerah Kabupaten Lembata meminta kepada 
siapapun yang berkehendak baik untuk boleh menyumbangkan koleksi buku kepada Perpustakaan daerah.

"Untuk koleksi buku boleh menyumbang. Tapi kalau pengadaan kita proses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, seperti dilelang Kalau ada anak-anak tanah yang peduli kemudian menyumbang itu kita bersedia terima dengan senang hati. Biasanya yang berat itu di ongkos kirim," uja Kadis Perpustakaan Daerah Lembata, Longginus Lega. (OL-13).

BERITA TERKAIT