14 October 2020, 19:15 WIB

Jelang Bulan Imunisasi, Ratusan Guru SD di Cimahi Jalani Rapid Tes


Depi Gunawan | Nusantara

RATUSAN guru Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta menjalani rapid test serempak di Aula Gedung B Kantor Pemkot Cimahi, Rabu (14/10). Langkah ini sebagai persiapan sebelum dilaksanakan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Para guru ini nantinya akan ditugaskan mendampingi para siswa dalam kegiatan tersebut.

"Jadi masing-masing SD itu ada dua sampai tiga orang guru tergantung berapa rombongan belajar (rombel), total targetnya 250 guru," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono.

Dikatakan Harjono, kegiatan BIAS di Cimahi ditujukan bagi anak umur 6-7 tahun atau kelas satu SD. Kegiatan ini mestinya dilaksanakan awal Februari lalu tapi kemudian diundur menjadi bulan September 2020.

"Tapi kegiatan ini terpaksa ditunda kembali setelah hasil swab kepada sekitar 500 guru SD dan SMP, ditemukan 19 orang terkonfirmasi positif. Atas kejadian tersebut, maka kegiatan harus dijadwalkan ulang kembali," bebernya.

Berdasarkan masukan dari tim epidemiologi gugus tugas Covid-19 yang menyebutkan pada bulan ini diperkirakan terjadi peningkatan kasus Covid, pihaknya berencana akan melaksanakan bulan imunisasi pada November mendatang.

"Mudah-mudahan di awal November, grafiknya sudah mulai melandai dan Cimahi sudah masuk zona kuning. Jadi aman untuk dilaksanakan bulan imunisasi," ucap Harjono.

Hasil tes sementara, dia menyebut, satu orang guru dinyatakan reaktif Covid-19. Guru tersebut langsung dirujuk untuk dilakukan swab test di Puskesmas Cimahi Utara. "Iya, ada satu orang yang sudah reaktif. Tapi belum tentu positif karena baru reaktif rapid test," tuturnya.

Menurut dia, nantinya para anak sekolah akan diberikan jenis imunisasi disentri dan tetanus. Diharapkan, orangtua bisa memanfaatkan momentum ini karena imunisasi sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh anak.

"Tolong nanti bawa anak-anaknya ke sekolah untuk diimunisasi. Tapi hanya imunisasi, setelah itu jangan berkerumun, semuanya harus langsung pulang," jelasnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT