14 October 2020, 18:54 WIB

Wapres: Konflik SARA Hambat Pembangunan


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengakui masih adanya konflik bernuansa kekerasan akibat perbedaan latar belakang agama dan budaya di sejumlah negara-negara Asia Tenggara.

Akibatnya upaya pemerintah masing-masing negara untuk meningkatkan kesejahteraan bersama menjadi terkendala. 

“Perdamaian dan harmoni belum bisa diwujudkan dan konflik serta kekerasan pun terus terjadi, dan program-program pembangunan yang semestinya dapat dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat menjadi terkendala,” katanya dalam ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2020 melalui konferensi video dari kediaman dinasnya, Rabu (14/10).

Ia menjelaskan, saat ini masih terjadi berbagai diskriminasi yang didasarkan atas perbedaan latar belakang agama, suku dan budaya. Karena itu, menurut Ma'ruf, generasi muda di ASEAN memiliki peran penting untuk mengikis konflik tersebut. Apalagi dengan kondisi demografis ASEAN di mana sepertiga populasinya merupakan generasi muda. 

"Ilustrasi tersebut menggambarkan peran besar yang dapat diberikan generasi muda dalam mengembangkan nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan perdamaian di ASEAN," kata Ma'ruf.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang, generasi muda dapat membentuk, memperluas dan memperkuat jejaringnya di ASEAN. 

“Sehingga pada waktunya, dapat terbentuk visi yang sejalan dan harmonis dalam konsep toleransi dan etika kehidupan beragama yang majemuk di ASEAN,” ungkapnya.

Ma’ruf berharap berbagai konflik kekerasan yang didasarkan atas perbedaan agama, suku dan budaya bisa diselesaikan dengan baik. “Yang penting, tetap menjujung tinggi prinsip saling menghormati kedaulatan masing-masing,” jelasnya.

Walaupun saat ini terkendala dengan pandemi covid-19 dan sulit untuk berinteraksi secara langsung, Ma’ruf berharap kaum muda tetap saling belajar mengenai nilai-nilai untuk saling menghargai, menghormati, mengenal satu sama lain dengan baik. 

"Karena kegiatan ini dilakukan secara daring, maka saya berharap di masa yang akan datang, seluruh peserta dapat berkesempatan untuk lebih mengenal satu sama lain,” pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT