14 October 2020, 18:47 WIB

#GirlsTakeOver, Anak Perempuan Juga bisa Jadi Pemimpin


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

BERTEPATAN dengan hari Anak Perempuan Internasional, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melangsungkan rangkaian kampaye global #GirlsTakeOver untuk mencegah kekerasan berbasis gender.

Yayasan Plan International Indonesia sendiri telah hadir di Indonesia sejak 51 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 1969. Mereka fokus untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Bahkan secara luring berada di 7 Provinsi di Indonesia, dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, NTB dan Sulawesi.

Baca juga: UU Cipta Kerja Momentum Kuasai Pasar Kesehatan di Dalam Negeri

"Kita kerja dengan kaum muda perempuan dan laki-laki untuk mendorong supaya hak-hak anak ini terpenuhi agar ada kesetaraan. Kampanye di akar rumput sudah banyak sekali dari tahun 1969," kata Influencing Director Yayasan Plan International Indonesia, Nazla Mariza, dalam program Nunggu Sunset bertajuk Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online, Selasa (6/10) sore.

Dia menjelaskan ada beberapa fokus kerja, yakni program untuk perlindungan dan tumbuh kembang anak, mendorong agensi kaum muda, serta mendorong adanya kaum muda memiliki keterampilan dan skill supaya bisa bersaing masuk ke dalam dunia kerja yang kompetitif.

"Ketika terjadi bencana seperti Covid-19, kita juga mendukung bagaimana kaum muda bisa paham dan menjaga dari segala bentuk risiko. Seperti gempa di Lombok dan di Palu, juga kita merespons khusus untuk perlindungan anak dan kaum muda," sebutnya.

Selain program dan kegiatan di lapangan yang sudah banyak terlaksanakan. Namun, sejak 3 tahun ini mereka aktif melakukan kampanye atau advokasi karena perubahan itu tidak hanya di tingkat akar rumput tetapi bagaimana menjangkau publik lebih luas.

"Pemerintah, media juga bisa melihat bahwa memang ada hak anak yang harus dipenuhi," terangnya.

Meskipun hanya berada di 7 provinsi, perempuan yang akrab disapa Nazla mengakui bahwa secara umum sebenarnya kegiatan Yayasan Plan International Indonesia melalui digital company rutin digelar dan masif.

"Walaupun temen-temen tidak tinggal di daerah di mana ada program Plan tetap bisa terlibat. Seperti yang baru-baru ini kita melakukan kampanye untuk #GirlsTakeOver. Tahun ini kita take over beberapa tokoh penting tapi melalui digital karena memang sedang Covid-19. Jadi tujuannya kita ingin menunjukkan ke anak perempuan itu bisa jadi pemimpin dan juga anak perempuan perlu diberi kesempatan yang sama dengan anak laki-laki untuk maju," pungkasnya.

Menurutnya, hal ini perlu dorong baik di keluarga komunitas sampai ke kebijakan. 

"Ini kan satu gebrakan yang kita ingin publik melihat itu dan ketika dia berbicara ternyata dia memang punya sesuatu yang bermakna yang disampaikan dan mereka punya potensi untuk maju. Nah, ini yang kita coba untuk menggebrak melalui kampanye #GirlsTakeOver ini," pungkasnya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT