14 October 2020, 18:28 WIB

Turap Sementara Dibangun di Lokasi Longsor Jagakarsa


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SUKU Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan membuat turap sementara untuk membatasi lahan pengembang yang berada di pinggi anak Kali Setu yang sebelumnya longsor pada Sabtu (10/10) lalu.

Sebelumnya, dinding pagar pembatas area perumahan Melati Residence yang terletak di Jalan Damai, Kelurahan, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan longsor. Material longsoran memenuhi anak Kali Setu.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta Kunjungi Lokasi Longsor di Jagakarsa

"Sudah kita buatkan turap atau dolken-dolken sementara di situ untuk menahan material tanah di atasnya supaya tidak longsor," kata Kasudin SDA Jaksel, Mustajab, saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (14/10).

Sementara itu, material longsor dinding pagar pembatas area perumahan yang sebelumnya menutupi anak Kali Setu berhasil dibersihkan.

Meski belum bersih sepenuhnya karena pembersihan akan masih terus diupayakan. Mustajab mengatakan pihaknya mengutamakan untuk memfungsikan kembali anak Kali Setu yang mengalir di belakang perumahan tersebut agar bisa mengalirkan air dengan maksimal usai tertimbun material longsor.

"Saya sudah buatkan alur airnya supaya bisa mengalirkan air. Jadi nanti kalau hujan deras tidak banjir lagi," terangnya.

Mustajab mengatakan belum membuat turap permanen karena hal tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang perumahan Melati Residence.

Baca juga: PHRI DKI Klaim Anggotanya Patuhi Aturan Baru di Masa Transisi

"Kan anggaran kami, APBD kan tidak boleh untuk areal privat. Jadi nanti saya mau melaporkan ke Pak Wali Kota untuk meminta kejelasan soal tanggul di perumahan itu, siapa yang mau bertanggung jawab. Juga ada beberapa rumah warga yang rubuh rusak karena tertimbun longsor, itu pertanggungjawabannya oleh siapa," ujarnya.

Sebelumnya, dinding pagar pembatas perumahan Melati Residence longsor pada Sabtu (10/10) lalu. Longsoran menimpa beberapa rumah warga dan menutup aliran anak Kali Setu. Akibatnya seorang warga meninggal dunia karena tertimpa longsor. Sementara, tertutupnya aliran kali karena timbunan tanah membuat air melimpas dan membanjiri permukiman warga. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT