14 October 2020, 17:54 WIB

Machfud Arifin Jadi Harapan Warga Surabaya Atasi Soal Surat Ijo


mediaindonesia.com | Nusantara

PENYELESAIAN surat ijo atau surat keterangan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) terus menjadi persoalan di tengah masyarakat Kota Surabaya, Jawa Timur. Masalah ini juga menjadi persoalan bagi warga RW 02 Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo.

Oleh karena itu, warga berharap melalui pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) yang didukung delapan partai termasuk NasDem, masalah tersebut segera terselesaikan.

"Harapan kami jika Pak Machfud Arifin (MA) terpilih, (pelepasan) surat ijo bisa terealisasikan, khususnya untuk warga sini," ujar Purwanto, Tokoh Masyarakat RW 02 Kelurahan Ngagel, Wonokromo, Selasa (13/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan komitmen pelepasan surat ijo sudah ada sejak 10 tahun yang lalu. Namun faktanya, hingga saat ini masalah tersebut belum bisa diselesaikan oleh Pemkot Surabaya.

"Karena janji-janji masalah ini (surat ijo) sudah ada sejak 10 tahun yang lalu dan hasilnya ya begitu," terangnya.

Sementara itu, Tokoh Pemimpin Surabaya yang dikenal peduli, Machfud Arifin menilai persoalan surat ijo sangat mudah untuk diselesaikan. Bahkan, Cak Machfud menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan surat ijo di Surabaya. 

"Surat ijo itu sudah jadi komitmen saya. Saya akan jadi yang terdepan untuk menyelesaikan surat ijo bersama warga Surabaya. Sudah saya tulis di buku dan tabloid saya," tegas pria kelahiran Ketintang tersebut.

Cak Machfud juga menuturkan penyelesaian surat ijo hanya menunggu keinginan dari pemimpin pemerintahan Surabaya. Menurutnya, kendati status tanah dari surat ijo dapat dilepaskan kepada warga kendati milik negara.

"Kalau wali kotanya gak mau ya gak bisa. Surat ijo kan aset negera, kita minta pelepasan ke negara. Kalau cuman memberatkan retribusi uang segitu saja buat apa? Yang penting untuk rakyat dulu," terang mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma'ruf ini.

Terakhir, Cak Machfud pun kembali menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan surat ijo demi kepentingan warga Surabaya. Menurutnya, pemerintah hadir untuk memudahkan kehidupan masyarakat.

"Ini demi warga. Tidak usah disuruh, saya pasti hadir untuk menyelesaikan persoalan itu karena memang saya mengikuti kontestasi ini atas dasar keinginan untuk mengabdi dan melayani kepentingan serta kebutuhan masyarakat Kota Surabaya," pungkasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT