14 October 2020, 16:50 WIB

Pemkot Depok tegaskan Proyek Infrastruktur Harus Sesuai Bestek


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Depok menegaskan kontraktor harus menyelesaikan rencana pembuatan bangunan/proyeknya (bestek) sesuai yang diajukan. Tanpa hal tersebut dipastikan, proyek infrasturnya yang selesaikan kontraktor akan ditolak.

Penegasan itu disampaikan Kepala bidang Bina Marga DPUPR Kota Depok Artanto terkait perkerasan jalan rigid beton semen di Jalan Boulevard Raya, Grand Depok City (GDC) Kota Depok sebesar Rp22,5 miliar, Rabu (14/10).

Sebelumnya diberitakan, perkerasan jalan beton semen di Jalan Boulevard Raya, GDC Cilodong, Kota Depok sepanjang kurang lebih 5 kilometer dengan lebar 6 meter mengalami retak-retak dibagian terujung simpang SPBU Pasar Pucung, Cilodong.

"Kami telah meninjau lokasi dan mengaudit perkerasan jalan beton semen yang retak-retak yang dikerjakan oleh pemborong. Kami minta jalan yang retak-retak tersebut perlu diperbaiki sebelum serah terima," ujar Artanto.

Tak cuma itu, DPUPR telah memanggil Direktur PT Anggadita Teguh Putra (ATP), perusahaan yang memenangi dan mengerjakan proyek tersebut. Pemanggilan itu, jelas Artanto, agar PT ATP menyelesaikan proyek 120 hari sesuai perjanjian kontrak.

DPUR, lanjut Artanto tidak bakal menerima serah terima jika mutu proyek tidak sesuai perjanjian yang ditetapkan pada kontrak.

Artanto tidak membantah terkait adanya berita yang mengatakan proyek perkerasan jalan beton semen tersebut asal-asalan. Namun, kata Artanto, retaknya proyek jalan beton semen tersebut akibat dari peregangan bukan patah.

"Retak itu memang peregangan, kalau aspal yang di beton itu namanya peregangan karena panas yang mendadak, sesungguhnya proyek jalan beton semen disiram agar tidak terjadi retak. Bukan patah, kalau patah itu turut ke fondasi," jelas Artanto.

Terkait dengan mutu, Artanto menjamin mutu sudah sesuai. Menurutnya, apa yang dilaksanakan dilapangan sudah sesuai dengan bestek. "Artinya, apa yang dilaksanakan dengan gambar sudah sesuai semua dan mutu beton juga tercapai, " ujarnya.

Sekretaris DPUPR Kota Depok Cintra Indah Yulianti mengatakan Pemkot Depok mengingatkan kontraktor mengedepankan kualitas pekerjaan.

Selain dikhawatirkan akan mengancam pengguna jalan mengambil korban, proyek jalan beton semen tersebut juga akan mengakibatkan banjir bagi rumah warga disekitaran karena kurang maksimalnya perkerasan jalan.

"Kepada pemborong dan konsultan telah kita sampaikan kondisi proyek, dan respon mereka akan segera turun ke lokasi," tutur Citra (OL-13)

BERITA TERKAIT