14 October 2020, 16:14 WIB

Hilirisasi Nikel Penting untuk Produksi Baterai


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

HILIRISASI industri nikel penting diwujudkan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Pasalnya, ini akan mendukung kekuatan industri dalam negeri.

"Tanpa hilirisasi nikel atau industri lain dalam negeri, kita akan selalu bergantung pada impor bahan baku. Ini sangat rapuh dan mudah goyah oleh faktor nonteknis dalam bentuk nilai tukar rupiah," ungkap Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba Irwandy Arif dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (14/10).

Irwandy menerangkan, konsep hilirisasi tidak berhenti ketika mineral diproses menjadi setengah jadi (intermediate product). Hilirisasi harus lebih dikembangkan lebih jauh sampai produk menjadi bahan dasar atau pelengkap tahapan paling akhir dalam industri.

Ia menggambarkan proses bijih nikel menjadi FeNi atau konsentrat, lalu diolah menjadi Ni-sulfat dan Co-sulfat. Setelah itu, diproses lagi menjadi precursor yang menjadi bahan dasar material baterai.

"Dari bahan dasar inilah dihasilkan baterai jenis lithium-ion," ujar Irwandy. (OL-14)

BERITA TERKAIT