14 October 2020, 14:45 WIB

PLN Rampungkan Interkoneksi Ropa-Maumere


Palce Amalo | Nusantara

PT PLN (Persero) telah merampungkan interkoneksi sistem kelistrikan antara dua kabupaten di Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/10). Yakni antara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Kabupaten Ende dengan Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Maumere, Kabupaten Sikka.

"Interkoneksi ditandai dengan telah berhasilnya pemberian tegangan pertama pada jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 kV dari Ropa menuju Maumere kemarin," kata Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Flores, UIP Nusa Tenggara Dede Mairizal lewat keterangan tertulisnya, Rabu (14/10).

Proses pemberian tegangan pertama dilaksanakan setelah seluruh rangkaian tahapan test and commissioning berhasil dilalui dengan total 199 tower dan panjang jaringan 2 x 59,26 kilo meter road (kmr). "Keberhasilan ini akhirnya dapat menginterkoneksikan pembangkit PLTU Ropa dengan PLTMG Maumere," jelasnya.

Menurutnya, proses pembangunan jaringan transmisi SUTT 70 kV Ropa-Maumere yang dilakukan oleh PLN Unit Induk Pembangunan NTT melalui proses yang cukup panjang dan menghadapai kendala di lapangan, yakni mulai dari proses perizinan, pembebasan lahan, pembebasan dan atau pemberian kompensasi right of way (ROW), tahapan prakonstruksi, saat pelaksanaan konstruksi hingga tahapan akhir berupa pengujian, tetapi semuanya dapat dilewati dengan baik dan dinyatakan laik beroperasi, terlebih melalui masa pandemi covid-19 seperti saat ini.

"Tantangan proses pembangunan yang dihadapi terutama dengan situasi masa pandemi Covid-19 saat ini memberikan dampak pelaksanaan tahapan konstruksi yang mengalami keterbatasan dari segala lini, dan keberhasilan ini merupakan bentuk upaya inspiratif dari teman-teman di lapangan yang dapat mewujudkan konstruksi ini dicapai sampai dengan
pemberian tegangan pertama," ucap Dede.

Dia menyebutkan pada masa pandemi, PLN banyak melakukan terobosan pada proses bisnis PLN, terutama hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat, kami mengalami kendala pada saat proses pemberian kompensasi, karena harus tatap muka bersama masyarakat.

"Kerjasama dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah setempat banyak membantu proses kegiatan tersebut, sehingga proses pemberian kompensasinya dapat terlaksana dengan proses tatap muka minimal, kemudian kami juga tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terutama gugus tugas covid-19 setempat, agar segala kegiatan kami tetap berjalan sesuai standar protokol yang berlaku, tentunya semua keberhasilan ini berkat upaya dan dukungan penuh dari pemerintah daerah kepada kegiatan kami," ungkap nya.

Dia menegaskan PLN siap menjawab tantangan pembangunan di pulau Flores. Kualitas pelayanan pasti jauh lebih baik, dari sisi keandalan maupun dari sisi ketersediaan suplai. Dengan penyelesaian interkoneksi ini, PLN menyampaikan kepada stakeholder bahwa PLN siap mendukung pembangunan di Flores baik ekonomi pariwisata dan pembangunan lainnya. (OL-13)

Baca Juga: PLN Kejar Penyelesaian SUTET Balaraja Kembangan

 

BERITA TERKAIT