14 October 2020, 14:30 WIB

Menkeu: Pandemi Memaksa Masyarakat Lakukan Transformasi Digital


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa kemunculan pandemi covid-19 telah memaksa masyarakat untuk mengadopsi, melibatkan, dan melakukan transformasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Era digital dengan industri 4.0 itu memberikan disrupsi. Disrupsi karena digital dan kita juga tidak duga bahwa tahun ini kita juga terkena disrupsi pandemi covid-19,” ungkapnya dalam acara Wisuda PKN STAN secara virtual, Rabu (14/10).

Baca juga: Kemenperin Fokus Perkuat Sektor Farmasi dan Alat Kesehatan

Menurut Sri Mulyani, padahal digitalisasi merupakan tantangan yang sangat sulit untuk dapat diaplikasikan oleh masyarakat sebelum terjadi pandemi covid-19.

Ia mencontohkan di Kementerian Keuangan sendiri sebenarnya sudah mulai menerapkan transformasi digital sebelum ada pandemi. Namun masih dalam tahap permulaan.

Transformasi yang dilakukan oleh Kemenkeu antara lain adalah membuat keseluruhan dokumen dalam bentuk digital, naskah dinas digital, tanda tangan digital, hingga menerapkan flexible working hour.

“Itu masih dalam tahap permulaan dan percobaan. Lalu tiba-tiba kita dihadapkan oleh covid-19 yang memaksa kita untuk tidak masuk kantor namun kita harus tetap bekerja,” ujar Sri Mulyani.

Terlebih lagi, ia menuturkan saat ini terdapat sebuah pertanyaan lelucon mengenai transformasi digital di tengah pandemi covid-19 yaitu siapa yang paling powerfull dalam memimpin transformasi dari sebuah perusahaan menjadi digital.

“Ada sebuah joke atau aku lelucon yang mengatakan siapa sih powerfull dan memimpin transformasi dari perusahaan anda untuk menjadi digital,” tuturnya.

Kemudian terdapat tiga pilihan jawaban dari pertanyaan tersebut, yaitu CEO atau pemimpin perusahaan, CIO atau pemimpin teknologi informasi perusahaan dan covid-19. “Jawabannya Covid-19. Ini mungkin ini lelucon tapi itu benar,” kata Sri Mulyani.

Pandemi memaksa masyarakat menerapkan digitalisasi pada kehidupan sehari-hari karena saat ini satu-satunya cara untuk menekan jumlah kasus hanya dengan social distancing sehingga aktivitas menjadi terbatas.

Di sisi lain, masyarakat tetap dituntut untuk meningkatkan produktivitasnya agar dapat menunjuang perekonomian negara sehingga transformasi digital menjadi kuncinya.

Perekonomian negara mengalami tekanan luar biasa hingga terkontraksi mencapai 5,32% pada kuartal II-2020 lalu akibat penerimaan pajak turun karena perusahaan merugi.

“Covid-19 ini menimbulkan dampak luar biasa bagi bangsa kita yang kemudian imbasnya ke keuangan negara luar biasa,” tegasnya.

Baca juga: Kutip Nelson Mandela, Menkeu : Pendidikan Senjata Ampun Ubah Dunia

Oleh sebab itu, Sri Mulyani menyatakan Covid-19 memberikan pelajaran luar biasa terutama dalam memberikan tantangan untuk memaksa masyarakat agar mampu melakukan penyesuaian terhadap transformasi digital.

“Tidak satu minggu tidak hanya satu bulan, ini sudah bulan ketujuh. Ini merupakan suatu tantangan yang luar biasa yang mengubah secara luar biasa cepat dan harus kita atasi,” pungkas Sri Mulyani. (OL-6)

BERITA TERKAIT