14 October 2020, 14:10 WIB

Warga Ciamis Serahkan tiga Hewan Dilindungi ke BKSDA


Adi Kristiadi | Humaniora

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Ciamis menerima tiga hewan dilindungi yakni buaya muara, kukang (primata) dan burung kakatua. Ketiga hewan tersebut diserahkan warga di Kecamatan Baregbeg dan Banjarsari, kerane kesulitan memberi makan hewannya.

Staf Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Deden Nurhidaya mengatakan, pihaknya mendapat informasi ada warga yang memelihara buaya muara salah satu hewan yang dilindungi. Mereka mendalami informasi tersebut dan ternyata informasinya benar. Petugas kemudian meminta hewan tersebut agar diserahkan dan pemiliknya menyerahkan dengan suka rela buaya muara yang berusia sekitar dua tahun, jenis kelamin betina.

"Kami juga menerima burung kakatua Maluku dari Kecamatan Tambaksari usianya dewasa dan ada juga kukang jawa (Primata) berasal dari warga Baregbeg. Satwa tersebut dipelihara sejak kecil dan ketika besar diduga kesulitan untuk mencari pakan hingga mereka menyerahkan peliharaan itu," kata Deden, Rabu (14/10).

Ia mengatakan, ketiga hewan termasuk satwa dilindungi oleh negara dan tidak bisa dijual belikan dan dipelihara bebas. Memelihara reptil buaya muara sangat berbahaya. Karena pemiliknya kerepotan memberikan pakan, akhirnya dengan kesadaran mereka menyerahkan hewan tersebut ke BKSDA.

"Penyerahan hewan-hewan dilindung dari masyarakat membuktikan adanya kesadaran yang semakin meningkat. Karena, memelihara satwa dilindungi tak dibenarkan secara aturan. Apalagi burung kakatua diambang kepunahan karena banyak pemburu melakukan penjualan secara ilegal termasuk kukang," ujarnya.

Menurutnya, ekosistem kawasan yang tak seimbang dipastikan hewan yang dilindungi tersebut mengalami penurunan. Jika tidak ada pemburuan populasinya akan mengalami peningkatan. Ketiga hewan sebelum dilepas ke alam bebas akan direhabilitasi terlebih dulu oleh BKSDA.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak lagi memelihara satwa yang dilindungi dan serahkan hewan kepada BKSDA. Karena, hewan sebelum dilepasliarkan kondisinya itu harus sehat dan baik. Petugas juga selama ini, akan berupaya agar warga lainnya tidak ada yang memelihara dan jangan melakukannya pemburuan liar di hutan karena itu dilarang," paparnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT