14 October 2020, 13:59 WIB

Ribuan Perusuh Ditangkap, 47 Orang Reaktif Covid-19


Rahmatul Fajri | Megapolitan

POLISI mengamankan 1.377 orang yang diduga berbuat rusuh saat aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Unjuk rasa berjudul Aksi 1310 yang digawangi Aliansi Nasional Antikomunis (ANAK) NKRI berakhir ricuh. Kericuhan terjadi setelah massa dari tiga ormas, yakni Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, meninggalkan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.

Polisi dan massa yang mayoritas merupakan remaja terlibat bentrok di Patung Kuda dan menjalar ke sejumlah wilayah Jakarta Pusat, seperti Harmoni dan Menteng. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus merinci 1.377 orang itu terdiri dari 900 orang lebih pelajar dan sisanya gabungan dari mahasiswa, buruh, dan pengangguran.

"Ada 1.377 yang kami amankan, baik sebelum unjuk rasa dan pascaunjuk rasa yang terjadi bentrokan," kata Yusri, ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Yusri mengatakan pihaknya melakukan rapid test kepada perusuh tersebut. Hasilnya, 47 orang dinyatakan positif covid-19.

Mereka akan diisolasi di Wisma Pademangan, Jakarta Utara, dan menjalani swab test. Jika hasil swab test menunjukkan negatif, pihaknya akan memulangkan mereka ke rumah masing-masing.

Ia mengatakan kondisi pandemi covid-19 yang belum berakhir seharusnya menjadi perhatian oleh semua pihak. Aksi unjuk rasa akan menjadi klaster penyebaran covid-19 dan membahayakan bagi keluarga di rumah.

"Ini perlu dipahami masyarakat. Jangan sampai keluarga di rumah jadi korban," kata Yusri. (OL-14)

BERITA TERKAIT