14 October 2020, 13:26 WIB

Jangan Kucilkan tapi Beri Semangat Pasien Covid-19


Ardi Teristi Hardi | Humaniora

COVID-19 bukan penyakit kutukan. Orang yang positif covid-19 pun bukan berarti dia memiliki dosa besar.

Stigma seperti itu harus kita hilangkan. "Jangan mengucilkan pasien positif. Orang yang terpapar covid-19 justru harus diberikan semangat bukan malah dikucilkan," pesan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, Rabu (14/10).

Para pasien orang tanpa gejala (OTG) yang mengisolasi dirinya di rumah juga jangan dikucilkan. Mereka hanya dibantu agar tidak berinteraksi dengan orang lain selama masa isolasi mandiri.

Haryadi pun mengajak masyarakat untuk berempati terhadap kondisi pasien yang positif terpapar covid-19. "Bayangkan kalau kita sakit lalu kesulitan mendapatkan makanan dan keluarga kita tidak boleh keluar. Maka apa yang terjadi kepada kita?" kata dia memberi contoh.

Ia pun mengungkapkan Pemerintah Kota Yogyakarta terus menyosialisasikan kepada warga untuk terus menaati protokol kesehatan. Warga selalu dingatkan untuk memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak fisik, serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

"Bukan social distancing, tapi physical distancing yang mesti dijaga," jelas dia.

Pada dasarnya, dalam konteks sebagai warga dan pertemanan maupun persaudaraan di Kota Yogya tidak ada jarak. Tapi yang harus dijaga yaitu jarak fisik dengan menghindari kerumunan. (OL-14)

BERITA TERKAIT