14 October 2020, 12:40 WIB

Demi Kelestarian Alam, Ikea Beli Furnitur Bekas dari Pelanggan


Bagus Pradana | Weekend

PERUSAHAAN Waralaba furnitur terbesar di dunia, Ikea akan membeli kembali furnitur bekas dari para pelanggan mereka, sebagai wujud dari skema bisnis ramah lingkungan yang mereka usung.

Rencananya program 'buy back' (pembelian kembali) ini mulai diujicobakan di seluruh gerai Ikea yang ada di Inggris dan Irlandia, pada 27 November mendatang melalui even bertajuk 'Diskon Black Friday'.

Semua perabot dan furnitur bekas yang sebelumnya dibeli dari gerai Ikea dapat dikembalikan lagi, setelah pelanggan mendaftarkan dirinya untuk mengikuti progam 'buy back' secara online. Pelanggan yang menjual furnitur bekasnya ke Ikea akan mendapatkan voucher belanja (yang nilainya dihitung sesuai dengan kondisi barang) yang  dapat dibelanjakan di seluruh gerai Ikea.

“Keberlanjutan adalah masalah yang paling menentukan di zaman kita sekarang ini, dan Ikea berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi masalah tersebut dengan mempromosikan konsumsi berkelanjutan untuk memerangi perubahan iklim,” ungkap Peter Jelkeby, country manajer Ikea di Inggris dan Irlandia seperti dilansir dari theguardian.com, Selasa (13/10).

Sebelum diterapkan di seluruh Inggris dan Irlandia, program penjualan kembali ini telah diujicoba di beberapa gerai Ikea di Edinburgh dan Glasgow selama lebih dari setahun dan mendapat sambutan yang cukup baik dari para pelanggannya.

Ikea memang sedang gencar membangun model bisnis berkelanjutan. Furnitur-furnitur bekas ini nantinya akan diperbarui untuk dijual kembali atau  didaur-ulang sebagai bahan baku untuk produk-produk barunya, jika tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

Melansir theguardian.com, perusahaan furnitur asal Swedia itu bahkan telah menginvestasikan lebih dari £ 2,9 miliar (atau setara dengan Rp55.4 triliun) untuk mendukung langkah-langkah bisnis berkelanjutan ini demi menekan emisi karbon hingga nol % pada 2030. (M-4)

BERITA TERKAIT