14 October 2020, 12:32 WIB

Polisi Klaim Ambulans Ditembaki karena Menolak Dihentikan


Kautsar Bobi | Megapolitan

KAPOLRES Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan ambulans yang ditembaki gas air mata oleh aparat kepolisian menolak diberhentikan. Kejadian tersebut terjadi saat unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) di kawasan Menteng Huis, Jakarta Pusat.

"Diberhentikan petugas malah tancap gas, bahkan mau nabrak anggota," ujar Heru saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Heru mengaku tidak mengetahui alasan pengemudi ambulans enggan  diberhentikan. Hal itu menimbulkan kecurigaan aparat kepolisian yang tengah membubarkan massa aksi.

"Saya juga belum tahu kenapa dia harus kabur. Tunggu hasil pemeriksaan yah," tuturnya.

Baca juga: Ambulans Ditembak Gas Air Mata, Polisi Periksa 3 Saksi

Saat ini, kurang lebih tiga orang saksi terkait tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, video berdurasi 23 detik viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sebuah mobil ambulans yang berada di lokasi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja ditembaki oleh anggota polisi menggunakan gas air mata.

Ambulans tampak berjalan mundur dengan pintu depan sisi kiri dan pintu belakang terbuka. Kemudian ambulans tersebut tancap gas untuk menghindari tembakan gas air mata. (OL-1)

BERITA TERKAIT