14 October 2020, 12:27 WIB

Muhammadiyah Sesalkan Kekerasan Terhadap Relawan Kesehatan


Cahya Mulyana | Megapolitan

MUHAMMADIYAH menyesalkan tindak kekerasan terhadap empat relawan kesehatan mereka yang bertugas saat demonstrasi UU Cipta Kerja, Selasa (13/10), di Jakarta.

Padahal, relawan asal Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) itu berupaya membantu dari sisi kesehatan untuk demonstran maupun kepolisian.

"Empat relawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan relawan Muhammadiyah ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh, mereka diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang," kata Ketua MDMC Budi Setiawan dalam keterangan resmi, Rabu (14/10).

Baca juga: Ambulans Ditembak Gas Air Mata, Polisi Periksa 3 Saksi

Menurut dia, relawan kesehatan Muhammadiyah bergerak dalam koordinasi MDMC. Digerakkan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan pihak-pihak yang butuhkan perawatan.

"Baik dari sisi demonstran, aparat, maupun warga yang terdampak kegiatan," ujarnya.

Selepas maghrib, relawan ditugaskan di depan Apartemen Fresher Menteng, sebelah Kantor PP Muhammadiyah.

Mereka bertugas memantau situasi dan bersiap bila ada korban jatuh yang harus dievakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah.

"Selang beberapa saat, datang rombongan Resmob Polda Metro dari arah Hotel Treva Cikini langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fresher Menteng," paparnya.

Ia mengungkapkan, empat relawan MDMC yang bertugas lengkap dengan seragam mendapatkan kekerasan dan akhirnya dirawat oleh tim kesehatan Muhammadiyah.

Saat ini, empat relawan MDMC Bekasi itu dilarikan ke RSU Cempaka Putih untuk ditangani lebih lanjut.

MDMC menyesalkan terjadinya insiden itu dan meminta penjelasan dari Polda Metro Jaya atas kejadian tersebut.

MDMC meminta pula kepolisian tetap profesional dan melindungi relawan-relawan kemanusiaan dan kesehatan yang bertugas di lapangan.

Kepada segenap relawan Muhammadiyah yang bertugas, Budi meminta agar tidak terprovokasi dan memercayakan penanganan kepada pimpinan. Sekaligus, meminta semua pihak tidak memperkeruh keadaan dan menghindari terjadinya kekerasan.

"Serta, menghindari pengabadian protokol kesehatan yang berlaku pada pandemi Covid-19 ini," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT