14 October 2020, 12:30 WIB

Kapal Vietnam Masih Marak Lakukan Illegal Fishing di Natuna


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut telah menangkap 74 kapal pelaku illegal fishing dan 27 di antaranya adalah kapal berbendera Vietnam.

Kapal-kapal Vietnam tersebut sebagian besar diringkus di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 atau di wilayah Perairan Laut Natuna Utara.

Baca juga: PT Martina Berto Umumkan Perubahan Susunan Direksi

Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri yang telah dilantik menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Vietnam, Denny Abdi menuturkan banyaknya kapal Vietnam yang melakukan illegal fishing tak terlepas dari adanya tumpang tindih klaim di perairan tersebut.

“Nelayan Vietnam banyak masuk di (perairan) Natuna karena industri mereka kuat di wilayah selatan," ungkap Denny dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (14/10).

Perundingan klaim zona ekonomi eksklusif (ZEE), kata Denny, sudah memasuki pertemuan teknis ke-13 di Hanoi pada November 2019 tentang teknis penarikan garis batas kedua negara. Pemerintah Indonesia, sebutnya, perlu memperkuat penjagaan di perairan Natuna Utara.

“Diharapkan mempercepat negosiasi ZEE tumpang tindih Indonesia dengan Vietnam,” jelas Denny

KKP diminya memperkuat sektor perikanan di Natuna. Hal ini untuk mengimbangi Vietnam yang telah menyiapkan sektor serupa khususnya di bagian Selatan.

“Kalau kita ingin kuat, bagian industri perikanan di Natuna ekosistemnya harus diperkuat,” urai Denny. (OL-6)

BERITA TERKAIT