14 October 2020, 11:18 WIB

Petinggi KAMI yang Dijemput Polisi Masih Diperiksa


Yakub Pryatama | Politik dan Hukum

DIREKTORAT Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap delapan orang yang terdiri dari anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan juga aktivis di Jakarta dan Medan.

Lima aktivis yang ditangkap telah berstatus sebagai tersangka karena sudah dilakukan pemeriksaan lebih dari 1x24 jam. Kelima orang tersebut yakni empat anggota KAMI Medan yaitu Juliana, Devi, Khairi Amri, dan Wahyu Rasari Putri.

Sementara tersangka lainnya yang telah ditetapkan menjadi tersangka ialah aktivis Kingkin Anida yang telah ditangkap tim Siber pada pukul 10.00 WIB, Sabtu (10/10), di Tangerang Selatan.

Adapun tiga dilakukan penangkapan namun belum ditetapkan sebagai tersangka, yakni Pengamat Sosial Politik dan Alumni PPRA Lemhannas RI Tahun 2018 Anton Permana serta Deklarator dan Komite Eksekutif KAMI Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, menuturkan seluruh aktivis yang ditangkap masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Semua masih dalam proses pemeriksaan. Tunggu saja," ucap Argo, Rabu (14/10).

Terkait status ketiga petinggi KAMI, Argo pun mengatakan semua masih dalam proses pemeriksaan.

Baca juga: Polri: Oknum KAMI Menghasut via Grup Whatsapp

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 5 tersangka terkait adanya penyebaran hoaks soal demonstrasi Omnibus Law Cipta Kerja.

Kelima orang yang dilakukan penahanan akan dipersangkakan setiap orang yang sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu ataupun kelompok tertentu didasarkan atas SARA dan atau penghasutan.

Kelimanya akan dijerat Pasal 45 A ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2014 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Para tersangka juga terancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 Miliar.(OL-5)

BERITA TERKAIT