14 October 2020, 09:48 WIB

Angka Covid-19 di Kota Semarang Semakin Menurun


Akhmad Safuan | Nusantara

INOVASI penanganan covid-19 di Kota Semarang berdampak pada penurunan kasus positif di wilayah tersebut. Dalam satu hari, angka pasien sembuh bisa mencapai 56 orang. Akan tetapi, di daerah sekitarnya seperti Grobogan, Kudus dan Jepara kembali terjadi penambahan pasien covid-19 cukup besar.

Pemantauan Media Indonesia, perkembangan kasus covid-19 di beberapa daerah pantura mengalami perubahan yang berbeda. Langkah inovasi dilakukan Pemkot Semarang dalam penegakan disiplin protokol kesehatan membuahkan hasil yang cukup baik dibanding daerah sekitar.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, dalam sepekan ini terus terjadi penurunan angka covid-19, jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan rumah singah pun menurun.

Pada Selasa (13/10), jumlah pasien dirawat di Kota Semarang tercatat 523 orang, namun hari ini, Rabu (14/10), merosot menjadi 467 orang yakni 333 orang berasal dari dalam kota dan 134 orang dari luar kota.

"Ada 56 pasien covid-19 di daerah ini sembuh dalam sehari ini, ini merupakan hal cukup menggembirakan apalagi tanpa ada penambahan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Namun kondisi berbeda terjadi di daerah tetangga, Grobogan, terjadi penambahan kasus positif baru hingga 11 orang.

"Ini merupakan penambahan terbanyak dalam sehari, karena biasanya hanya berkisar 5-10 orang per hari," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih.

Baca juga: Patuh Prokes, Warga Kota Semarang Bisa Dapat Sembako

Hal serupa juga terjadi di Kudus, setiap hari terus terjadi peningkatan jumlah pasien covid-19, sampai saat ini mencapai 1.784 kasus yakni 57 orang masih dirawat, 205 orang isokadi mandiri, 1.311 orang sembuh dan 209 orang meninggal.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus Abdul Azis Achyar mengatakan terjadinya peningkatan kasus covid-19 di Kudus karena adanya pelacakan setiap kasus dan tes massal yang dilakukan srcara terus menerus dan salah satunya pada klaster kantor Setda Kudus.

"Langkah tracing dan tes massal ini ditempuh untuk mempercepat penanganan dan sekaligus memutuskan mata rantai penyebaran," imbuhnya.

Sementara itu kondisi di Jepara juga terjadi kejutan, jika sebelumnya terjadi penurunan dalam sepekan ini, angka covid-19 kembali naik setelah adanya penambahan 17 orang terpapar korona dengan empat pasien diantaranya adalah santri di sebuah pondok pesantren.

"Kita segera lakukan pelacakan kasus di sebuah ponpes di Bangsri, karena dikhawatirkan akan menjadi klaster baru di daerah ini," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Jepara Moh Ali.(OL-5)

BERITA TERKAIT