14 October 2020, 09:37 WIB

Ratusan UMKM di Pantai Timur Sumatra Tetap Menggeliat Saat Pandemi


Solmi | Nusantara

BERKAT motivasi, edukasi, dan kipasan semangat dari insan Polri, aktivitas ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi tetap menggeliat di tengah masa pandemi covid-19.

Salah satu jenis UMKM yang masih bertahan di tengah badai pandemi adalah usaha di bidang hasil perikanan, yang banyak digeluti warga Kuala Tungkal, Ibu Kota Kabupaten Tanjab Barat yang dikenal sebagai kota dagang di pesisir timur Sumatra, Jambi.

Seperti diungkapkan Lupe, 40, pelaku UMKM pengolahan udang pepay (pengeringan udang halus) di Kecamatan Tungkal Ilir, Kota Kuala Tungkal.

Baca juga: Cerita Lukas Tanam Stroberi di Kaki Gunung Ebulobo

"Alhamdulillah, masih bisa bertahan. Ini berkat dorongan semangat dan motivasi dari Pak Kapolres Tanjab Barat dan jajarannya yang belum lama ini menyambangi usaha udang pepay kami yang sedang terseok-seok. Modal kerja habis, sementara pemasaran macet akibat dampak wabah virus korona. Untunglah kedatangan Pak Kapolres menawarkan solusi," kata Lupe, Rabu (14/10).

Lupe membeberkan, untuk kesulitan modal usaha, Kapolres memberikan solusi, supaya dirinya mendaftarkan usahanya sebagai calon peserta penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang digelontorkan Presiden Joko Widodo di masa pandemi covid-19.

"Setelah mengurus syaratnya dan mendaftar melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Tanjungjabung Barat, bantuan presiden itu kami dapatkan," katanya.

Jika tidak dapat Banpres BPUM, dengan nada penuh harapan, Lupe mengatakan jajaran Polri bersama institusi pemerintah daerah setempat, akan berupaya mencarikan solusi pemasaran produksi sekitar 30-an UMKM udang peyay, pengolahan hasil laut yang dikelola nelayan kecil, lebih
menguntungkan dan lebih luas.

Tidak hanya UMKM udang pepay, kepedulian Polri yang ikut membina dan mengawal geliat perekonomian masyarakat pada masa pandemi, juga membuat puluhan UMKM di sektor jasa dan kerajinan jahit-menjahit bisa bertahan.

Bermula dari lomba kreasi menjahit masker yang diinisiasi Polres Tanjab Barat pada peringatan HUT RI 17 Agustus 2020, sedikitnya 40 perajin jahit di daerah pesisir timur Sumatra itu mendapat orderan jahitan ribuan masker dari berbagai pihak, termasuk dari Polres Tanjab Barat. Satu lembar unit masker yang memenuhi kategori sehat dihargai Rp5.000.

"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah. Utamanya buat pak polisi di sini, yang telah memedulikan kami yang terpuruk karena wabah korona ini," ungkap Nurbaya, janda tiga anak yang mendapat pesanan 600 masker dari Polres setempat.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro menjelaskan kegiatan pembinaan kepada para pelaku UMKM merupakan salah satu bentuk dari pengawalan Polri terhadap akses pereknomian masyarakat terdampak pandemi.

"Kita lihat, banyak UMKM saat pandemi kesulitan untuk memasarkan hasil produksi. Makanya kita terpanggil untuk mencarikan sulusi supaya UMKM mereka bisa bergerak," kata Guntur.

Guntur membeberkan, sebanyak 130 unit UMKM yang dibina Polres Tanjab Barat, sampai saat ini masih mampu bertahan. Antara lain UMKM pengolahan hasil laut antara lain udang pepay, sebanyak 40 unit usaha, pengrajin jahit 60 unit usaha.

Sisanya, 30 UMKM terbilang baru muncul. Yakni UMKM pembuatan kompos dari limbah pertanian yang dilakoni petani  di Tanjab Barat selama tahun 2020.

Dari pelaku UMKM yang disemangati, sebut Guntur, sudah terdaftar sebagai calon penerima Banpres BPUM.

"Alhamdulillah, beberapa dari mereka sudah ada yang mendapatkannya," tandas Guntur. (OL-1)

BERITA TERKAIT