14 October 2020, 06:58 WIB

Polda Maluku Utara Tangkap 19 Pendemo RUU Cipta Kerja


Hijrah Ibrahim | Nusantara

SEBANYAK 19 peserta aksi unjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di Maluku Utara ditangkap oleh aparat Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Mereka terdiri dari dua pelajar, empat orang warga dan 13 mahasiswa.

Penangkapan tersebut diduga lantaran mereka melempari aparat kepolisian saat terjadi bentrokan di depan kantor Wali Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Selasa (13/10) sore.

Kabid Humas Polda Maluku Utara AKBP Adip Rojikan mengatakan bentrokan mahasiswa dan aparat kepolisian di depan kantor Wali Kota disebabkan oleh proses peyampaian pendapat yang tidak direspon.

"Bentrokan terjadi diakibatkan proses peyampaian pendapat oleh mahasiswa yang tidak direspon, hingga terjadi bentrok," kata Adip Rojikan.

Untuk sementara, 19 pendemo ini dibawa ke kantor Ditreskrimum Polda Maluku Utara dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Tidak ada proses penangguhan penahanan untuk mereka.

Baca juga: Bangun Argumen Gugat RUU Ciptaker

Adip mengimbau kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan buruh yang melaksanakan aksi unjuk rasa menyampaikan pendapat di muka umum agar tetap tertib.

"Lakukan unjuk rasa penyampaian pendapat di muka umum dengan tertib, jangan menyebabkan kericuhan yang pada akhirnya mengganggu ketertiban umum sehingga menimbulkan kerugian jiwa maupun materi," tuturnya.

Kesembilan belas orang yang ditangkap masing-masing berinisial FU (19) Mahasiswa, JIA (24) Pedagang Kopi, MRA (19) Mahasiswa, MRG (23) Mahasiswa, IM (24) Mahasiswa, RMH (24) Penganguran, HBH (20) Mahasiswa, RB (17) Pelajar, LW (24) Mahasiswa, AR (20) tidak bekerja.

UA (25) Mahasiswa, AFY (21) Penganguran, GA (21) Mahasiswa, MH (19) Mahasiswa, MI (18) Mahasiswa, GW (19) Mahasiswa, MA (19) Mahasiswa, AS (19) Mahasiswa, dan FB (18) Pelajar.(OL-5)
 

BERITA TERKAIT