14 October 2020, 06:03 WIB

Joko Tjandra Jalani Sidang Pemalsuan Surat Jalan


Tri/P-5 | Politik dan Hukum

TERPIDANA kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra, menjalani sidang perdana untuk kasus pemalsuan surat jalan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, kemarin. Turut disidang dalam kasus ini, mantan pengacara Joko Tjandra bernama Anita Kolopaking dan mantan Kepala Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan Joko yang merupakan terpidana buron sejak 17 Juni 2009 melakukan berbagai usaha agar bisa lepas dari daftar Interpol Red Notice, DPO, dan eksekusi jaksa.

Pada November 2019 ia berkenalan dengan Anita di Kuala Lumpur Malaysia dan memintanya untuk melakukan upaya hukum terhadap putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) pada 2009.

Sayangnya, permohonan PK ke PN Jakarta Selatan ditolak karena tidak dapat menghadirkan Joko. Absennya Joko dalam persidangan, karena ia khawatir akan ditangkap dan dieksekusi. Terlebih dalam situasi pandemi, diperlukan surat bebas covid-19 untuk melakukan penerbangan.

“Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra meminta saksi Anita Dewi Kolopaking untuk mengatur segala urusannya termasuk mengatur kedatangan dan segala sesuatu di Jakarta dan mengatur segala urusan penjemputan dan pengantaran di Indonesia yang rencananya akan melalui Bandar Udara Supadio Pontianak,” kata JPU.

Guna mengurus keberangkatan Joko, Anita meminta bantuan Prasetijo agar ada polisi di Pontianak yang dapat menemani Joko Tjandra mencari rumah sakit untuk surat bebas covid dan surat keterangan sehat. Alih-alih mengarahkan polisi di Pontianak untuk menemani Joko Tjandra, Prasetijo menyanggupi permintaan Anita untuk melakukannya sendiri.

Saat membuat surat jalan palsu itu, Prasetijo memerintahkan Doddy Jaya selaku Kaur TU Ro Korwas PPNS Bareskrim Polri untuk membuat surat jalan ke Pontianak , Kalimantan Barat untuk keperluan bisnis tambang.

“Namun di dalam surat jalan tersebut, terdakwa memerintahkan saksi Doddy Jaya agar mencantumkan keperluan tersebut diganti menjadi monitoring pandemi di Pontianak dan wilayah sekitarnya,” kata JPU saat membacakan dakwaan.

Sementara itu, kuasa hukum Joko Tjandra, Soesilo Aribowo menegas- kan mereka mengajukan eksepsi pekan depan. “Kita sudah dengar
bersama satu minggu ke depan kita akan ajukan eksepsi. Eksepsi itu adalah keberatan yang poin-poinnya nanti ketika eksepsi kami ajukan,” kata Soesilo.

Dalam kesempatan itu, hakim Muhammad Sirad menegur Prasetijo yang hadir mengenakan seragam dinas polisi. “Diharapkan saudara terdakwa, hari ini (kemarin) diberi toleransi, diharapkan hari berikutnya persidangan kita, saudara dalam pakaian yang tidak dengan jabatan, pakaian jabatan,” kata Sirad. (Tri/P-5)

BERITA TERKAIT