14 October 2020, 02:05 WIB

Kebiasaan Menyirih Picu Kanker Mulut


(H-2) | Humaniora

DOSEN Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Elizabeth Fitriana Sari, drg, SpPM, dan tim melakukan studi secara detail mengenai komposisi kimia dari paket menyirih (betel quid). Dari hasil studi didapatkan bahwa kebiasaan menyirih dapat memicu risiko kanker dan prakanker mulut.

Bahan-bahan yang digunakan untuk menyirih seperti biji pinang, daun siri, bunga sirih dan kapur, diketahui mengandung senyawa alkaloids seperti arecoline. Senyawa ini sering dikaitkan sebagai karsinogen atau zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

"Kami melihat perubahan komposisi kimianya ketika dalam bentuk campuran pinang, daun sirih, bunga sirih, dan kapur," ujarnya seperti dilansir dari laman Unpad, kemarin.

Riset ini sudah dipublikasikan di jurnal internasional Nature Research Journals. Sebelumnya, penelitian sama dilakukan oleh International Agency for Research on Cancer di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), campuran daun sirih, biji pinang, kapur, dan tembakau jika dikonsumsi terlalu sering dalam jangka waktu yang panjang akan memicu kanker mulut, kanker esofagus (kerongkongan), kanker tenggorokan, kanker laring, dan kanker pipi. (H-2)

BERITA TERKAIT