14 October 2020, 05:43 WIB

Dua Tarian Indonesia Ramaikan Virtual Southeast Asia Day


Basuki Eka Purnama | Internasional

PANDEMI covid-19 yang masih mewarnai kehidupan sehari-hari seluruh masyarakat di dunia justru mengembangkan kreatifitas. Contohnya yang dilakukan Aquarium of the Pacific di Long Beach, California, Amerika Serikat (AS) dengab menggelar festival tahunan Southeast Asia Day.

Di tahun ke-16, beradaptasi dengan protokol kesehatan yang diberlakukan di masa pandemi, festival diselenggarakan secara virtual.

Bersama dengan perwakilan komunitas Kamboja, Laos, Myanmar,Thailand, dan Vietnam, Konsulat Jenderal RI di Los Angeles kembali berpartisipasi menampilkan budaya Indonesia.

Baca juga: Trump kembali Kampanye Seusai Sembuh

Festival yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2020 itu ditayangkan live melalui berbagai kanal media sosial yang dikelola pihak akuarium dan dapat diakses publik.

Pada festival tahun lalu, KJRI Los Angeles menampilkan tarian Yospan (Papua) yang interaktif melibatkan para pengunjung untuk menari bersama.

Tahun ini, Indonesia menampilkan tari Ronggeng Blantek (Jakarta) dan tari Cenderawasih (Bali).

Ronggeng Blantek, yang biasa menjadi tarian pembuka merupakan tarian yang terinspirasi dari seni bela diri Pencak Silat. Gerakan yang cepat, berenergi, dan luwes mengekspresikan semangat pantang menyerah yang harus selalu dikembangkan di masa pandemi ini.

Sedangkan tarian Cenderawasih, menampilkan gerakan yang biasa dilakukan Burung Cenderawasih yang berasal dari Papua dan dikenal sebagai Manuk Dewata (Burung Surga) di kalangan masyarakat Bali.

Keindahan warna warni Burung Cenderawasih mewakili kekayaan Indonesia yang beranekaragam suku bangsa, seni dan budaya.

“KJRI Los Angeles mengapresiasi upaya Aquarium of the Pacific tetap menyelenggarakan festival tahunan, walaupun, kali ini, secara virtual. Penampilan tarian dari Jakarta dan Bali pada Festival ini diharapkan dapat mengenalkan sedikit dari kekayaan seni tari Indonesia ke kalangan masyarakat lokal di California bagian Selatan”, kata Poppy Yeanny, perwakilan dari KJRI Los Angeles.
 
Aquarium of the Pacific merupakan akuarium yang terbuka untuk umum dan dikelola organisasi nirlaba.

Selain mengelola akuarium yang menampilkan ratusan spesies yang hidup di Samudera Pasifik, Aquarium of the Pacific juga mengembangkan berbagai program pendidikan, di antaranya konservasi habitat laut, upaya mengurangi polusi di perairan dan dampak perubahan iklim terhadap kehidupan biota laut. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT