14 October 2020, 04:43 WIB

Bio Farma Hadirkan Vaksin dengan Harga Terjangkau


Ata/ Van/AP/CNA/X-7 | Humaniora

BADAN usaha milik negara (BUMN) di bidang farmasi PT Bio Farma (persero) Tbk tidak akan memberatkan pemerintah dalam hal menentukan harga vaksin covid-19.

“Harganya kisaran Rp200 ribu. Kami berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin covid-19 dengan harga terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia,” kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan resmi, kemarin.

Hal itu disampaikan Honesti menanggapi pemberitaan yang menyatakan bahwa Sinovac sudah menanda tangani kontrak pengadaan vaksin dengan Brasil yang akan menjualnya seharga US$1,96 (Rp28.939) per dosis.

“Informasi harga vaksin covid-19 di Brasil telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac. Mereka sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma, yang memastikan bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak US$90 juta (sekitar Rp1,33 triliun) dengan pemerintah Brasil tidak tepat dan mengenai harga US$1,96 per dosis pun tidak tepat sebab pengirimannya saja tiap dosisnya, sekitar US$2 (Rp29,529) per dosis,” paparnya.

Menurut Honesti, pihak Sinovac menyampaikan ada beberapa faktor yang menentukan harga vaksin covid-19. Salah satu faktornya ialah tergantung pada investasi pada studi klinis fase 3, terutama dalam uji efikasi dalam skala besar. “Demikian juga dengan penentuan harga di Indonesia akan mengikuti prinsip-prinsip tersebut. “Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin covid-19 ini tidak dapat disamakan,” tambahnya.

Sementara itu, Produsen obat Pfizer yang berbasis di New York, AS, sedang memperluas uji coba vaksin covid-19 tahap akhir dengan menyertakan anak-anak berusia 12 tahun. Hal itu merupakan upaya untuk lebih memahami keamanan dan kemanjuran vaksin di lebih banyak kelompok usia.

Perusahaan tersebut dalam situsnya Senin (12/10) mengatakan mereka telah mendapat izin dari Food and Drug Administration (FDA) untuk memasukkan remaja berusia antara 12 dan 15 tahun dalam studi vaksin covid-19 global. (Ata/ Van/AP/CNA/X-7)

BERITA TERKAIT