14 October 2020, 04:01 WIB

Mahasiswa Dilibatkan Ubah Perilaku


Aiw/X-10 | Politik dan Hukum

SATGAS Penanganan Covid-19 menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama untuk melibatkan mahasiswa dalam program Duta Edukasi Perubahan Perilaku. Program ini melibatkan 1.108 mahasiswa dari 72 perguruan tinggi.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan program ini bertujuan mengampanyekan perubahan perilaku pada masyarakat.

“Apa yang kita lakukan saat ini adalah sebuah misi kemanusiaan dalam rangka menyelamatkan jiwa manusia,” kata Doni dalam konferensi pers, kemarin.

Doni menuturkan, ada 18 kabupaten/kota dengan kasus covid-19 terbanyak yang akan menjadi target dari program ini. Diharapkan, para mahasiswa yang menjadi Duta Edukasi Perubahan Perilaku bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap covid-19.

“Masih terdapat 17% warga atau setara 44,9 juta orang di Indonesia yang memiliki persepsi tidak mungkin terinfeksi covid-19. Ini angka yang sangat tinggi sekali. Tugas kita yang harus memberi penjelasan bahwa covid-19 ini nyata, bukan rekayasa dan bukan konspirasi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam menuturkan langkah ini bisa menjadi upaya perubahan yang terstruktur dan masif kepada masyarakat. Hal itu karena program Duta Edukasi Perubahan Perilaku tidak hanya berdampak pada mahasiswa, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Mereka pasti punya orangtua, punya keluarga, jadi dampaknya tidak hanya pada diri mahasiswa, tapi juga pada lingkungannya. Di Indonesia ada 8 juta mahasiswa. Kalau 1 mahasiswa bisa mengedukasi dan mengubah perilaku 5 orang saja, berarti sudah 40 juta orang bisa diubah berperilaku bersih dan sehat,” tandasnya.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Dia menuturkan, hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa kebiasaan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) terbukti efektif menurunkan angka penularan virus.

“Contoh kasus, pakai masker saja di beberapa negara yang menerapkan secara ketat, dalam waktu 21 hari angkanya langsung turun. Kasus
penularannya bisa tinggal 25%. Jadi, besar sekali dampaknya,” kata Sonny. (Aiw/X-10)

BERITA TERKAIT