14 October 2020, 02:00 WIB

Puskesmas Awali Skrining Pasien


(H-1) | Humaniora

WARGA yang mengalami gejala mirip covid-19 diminta segera datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan (faskes) setempat untuk memastikan penanganan secara dini. Petugas faskes atau puskesmas nantinya yang memutuskan penempatan masyarakat terkonfirmasi positif covid-19.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Rita Rogayah mengatakan penentuan pasien konfirmasi ke rumah sakit atau hotel isolasi mandiri harus ada rujukan dari faskes. Berbeda dengan pasien yang ada keluhan atau bergejala itu langsung dirujuk ke rumah sakit.

"Kalau di hotel, isolasi mandiri untuk yang terkonfirmasi tanpa gejala," ujar Rita Rogayah dalam talkshow Update Wisma Atlet: Ketersediaan Fasilitas Isolasi Mandiri dan Perkembangan RS Rujukan di 11 Provinsi Prioritas di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta.

Saat ini, sebanyak 132 rumah sakit rujukan covid-19 dari Surat Keputusan Kementerian Kesehatan dengan 35 ribu tempat tidur dan 771 dari SK Gubernur atau Kabupaten/Kota sehingga total seluruhnya ada 51.202 tempat tidur isolasi. "Kalau kita lihat saat ini sampai Oktober terlihat penambahan ruang isolasi," ujarnya.

Terkait dengan persentase ruang isolasi, Rita mengatakan, masih tersedia 40%-50%. Jadi, kalau dilihat kondisi rasio penggunaan tempat tidur di ruang isolasi mandiri ketersediaan masih mencukupi.

Rita menegaskan pasien terkonfirmasi positif covid-19 menjalankan perawatan di rumah sakit rujukan atau hotel isolasi mandiri gratis, seluruh biaya ditanggung pemerintah.

Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Tugas Ratmono mengatakan tingkat kesembuhan selalu meningkat hingga 83%. Hal itu dipengaruhi banyak faktor, seperti pelayanan atau tata laksana yang baik.

Selain itu, faktor obat-obatan dan psikologis pasien yang berupaya selalu merasakan nyaman.

Terkait dengan ketersediaan obat, Tugas menjelaskan setiap hari memberikan laporan ketersediaan obat. "Selalu dilaporkan obat yang stok kurang dan sebagainya dengan memberikan instruksi ke bagian farmasi untuk mengajukan ke Kemenkes guna menyiapkan obat-obatan," ungkap Tugas. (H-1)

BERITA TERKAIT