14 October 2020, 00:33 WIB

Kagama Inkubasi Bisnis DIharapkan Ikut Bantu Pemulihan Ekonomi RI


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

SERI diskusi terkait bisnis yang digelar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) lewat Kagama Inkuasi Bisnis telah mencapai seri ke-15. Menteri Perhubungan yang juga Wakil Ketua Umum Kagama Budi Karya Sumadi berharap, diskusi melalui Kagama Inkubasi Bisnis bisa turut menyumbang ide mengenai pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19.

“Tentu setelah sekian kali digelar, hasilnya bisa memberikan solusi bagi persoalan bangsa. Di saat yang sama, kita memang sedang berusaha move-on dengan berbagai kegiatan yang memenuhi kebutuhan hidup. Dengan demikian, kegiatan perekonomian masyarakat tetap berjalan di tengah pandemi. Bersamaan dengan itu, protokol kesehatan tetap dipatuhi,” Kata Budi dalam diskusi virtual Kagama Inkubasi Bisnis XV bertajuk Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi.

Alumnus Teknik Arsitektur UGM itu menuturkan, Kagama Inkubasi Bisnis (KIB)  yang sudah berjalan lama ini berusaha mencari format untuk memberikan masukan-masukan pemerintah secara informal.

“Karena pemikiran-pemikiran ini akan dipublikasikan, baik melalui media dan tempat-tempat yang strategis,”ungkap Budi.

Budi melakukan penelusuran besaran PDB di berbagai negara dengan jumlah kasus covid-19 terbanyak, ternyata belum juga memberikan kabar positif selama pandemi berlangsung.

Baca juga : Tekan Pengangguran, Kemenperin Dorong Pelatihan Vokasi Industri

Namun, pengecualian terhadap Tiongkok. Diakui Budi ,Tiongkok menjadi negara yang tangguh dalam menghadapi pandemi dengan pertumbuhan PDB yang menunjukkan angka positif.

“Kita juga berusaha melakukan upaya yang luar biasa. Presiden Joko Widodo memberikan ide program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang akan direalisasikan langsung oleh Menteri Airlangga,”

Pemerintah, kata Budi, telah menyediakan dana APBN sebesar Rp695 Triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk penanganan kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, dan pembiayaan korporasi.

“Saat ini kita berada dalam masa sulit. Meskipun demikian, Presiden menyatakan bahwa, pendemi ini menjadi momentum bagi kita untuk melakukan perubahan. Kita akan memaksimalkan program PEN tersebut dan mencoba hilangkan cara-cara lama dengan cara-cara baru," tuturnya.

“Penting bagi Indonesia untuk mengangkat perdesaan sebagai kekuatan ekonomi. Untuk itu, kita harus menggali terus potensi-potensinya,” pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT