14 October 2020, 09:00 WIB

Aplikasi Seger Waras Mahasiswi Unair Juarai Kompetisi Nasional


Zubaedah Hanum | Humaniora

TELEHEALTH Seger Waras buatan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) meraih Juara 1 dalam Kompetensi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aplikasi itu dibuat oleh mahasiswi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) angkatan 2017 Ayu Maharani Putri Setyorini dan mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) angkatan 2017 Aisyah P Rahvy. Keduanya tergabung dalam tim bernama Seger Waras Unair.

“Saya background-nya manajemen bisnis, makanya lebih lengkap kalau kerja bareng sama anak FKM yang dari background kesehatan masyarakat. Jadi bisa solve masalah yang ada dari segi kesehatan, dan saya handle di bagian manajemen bisnis dan keuangannya,” ujar Ayu seperti dilansir dari laman Unair.

Seger Waras adalah telehealth penyedia jasa konsultasi pengobatan tradisional terintegrasi yang aman, cepat, dan terjangkau. Dengan aplikasi ini, diharapkan Indonesia akan mencapai target dan tujuan SDGs nomor 3 tersebut. Ayu menjelaskan, aplikasi berbasis pengobatan tradisional-herbal itu menggandeng mitra dari penyehat tradisional (battra), pijat, akupuntur, pengobatan alternatif lainnya dan klinik obat herbal.

"Semoga segala gagasan dan inovasi kami ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Menurut Ayu, kehadiran aplikasi ini sangat tepat digunakan untuk masyarakat urban yang mendambakan kesehatan di tengah gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat.  

Tak heran jika sasaran aplikasi ini ditujukan untuk warga berusia 15-29 tahun yang bermukim di kota besar dengan gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat, seperti workaholic, konsumsi junk food, dan tingkat stres yang tinggi.

“Jika diberikan dana pengembangan oleh Puspresnas Kemendikbud RI tentunya akan mencoba mengembangkan ide telehealth app yang kami rancang,” tutur mahasiswa angkatan tahun 2017 tersebut.

Diakui Ayu, situasi pandemi covid-19 menyebabkan sejumlah kendala dalam perancangan aplikasi ini. Proses diskusi yang serbadaring menjadi salah satu kendala yang dihadapi, selain penyesuaian waktu dengan dosen pembimbing.

Namun, Ayu dan rekannya Aisyah bisa melewati rintangan itu dengan kerja keras dan kemauan keras. Ayu berharap kemenangan ini dapat memotivasi mahasiswa Unair lainnya untuk aktif mengikuti kompetisi, baik di skala regional maupun nasional, dan tidak menjadikan pandemi sebagai alasan pasifnya riset di lingkungan kampus. (H-2)

BERITA TERKAIT