14 October 2020, 01:00 WIB

Wadah untuk Mendapat Banyak Manfaat


Dero Iqbal Mahendra | Fokus

Di tengah situasi pandemi covid-19 yang membatasi ruang gerak, tidak berarti membuat kita menghentikan aktivitas berolahraga. Kegiatan itu dapat dilakukan meski dari rumah, termasuk bagi para penyandang disabilitas.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia dan Juru Bicara Bidang Sosial, Angkie Yudistia, pun menyatakan apresiasinya atas kampanye #OlahragaTanpaBatas yang digalakkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menurutnya, kampanye itu bisa mendorong masyarakat untuk terus berolahraga dan menjaga imunitas tubuh.

"Kampanye itu juga merupakan bentuk afirmasi positif bagi teman-teman disabilitas agar terus berolahraga secara rutin," tutur Angkie akhir pekan lalu dalam seminar daring tentang kampanye #OlahragaTanpaBatas, Jumat (9/10).

Ia pun menyebut para penyandang disabilitas tetap dapat berprestasi hingga kancah internasional melalui saluran olahraga. Saat ini sudah ada sistem yang memungkinkan para penyandang disabilitas untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam olahraga.

Angkie menyatakan olahraga saat ini merupakan suatu kegiatan yang penting, termasuk bagi para penyandang disabilitas. Berdasarkan studi dari South African Sports Association for Physically Disabled dan Komite Paralimpiade Internasional, olahraga menyediakan wadah untuk memperoleh keterampilan hidup dan kebugaran fisik, termasuk manfaat psikologis bagi para penyandang disabilitas.

"Masyarakat umum dan penyandang disabilitas yang melakukan olahraga dapat lebih percaya diri lebih tinggi serta yakin dengan keterampilan dan kemampuannya," terang Angkie.

Dalam seminar, turut hadir pula perwakilan atlet, yakni Edy Johan. Dia ialah pebasket yang menyandang tunadaksa. Edy menyatakan pandemi tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap aktif menjaga kebugaran.

Menurutnya, berolahraga dari rumah tetap dapat dilakukan walau hanya dengan menggunakan peralatan sederhana.

"Untuk teman-teman disabilitas yang ingin melakukan aktivitas olahraga di rumah saya rasa bisa dilakukan. Cukup dengan menggunakan alat yang ada di rumah, misalnya mengangkat ember yang diisi air," terang Edy.

Ia pun menyebut kampanye #OlahragaTanpaBatas memang dapat dilakukan oleh siapa saja. Baginya olahraga itu tidak memandang usia dan fisik. Bahkan menurutnya, olahraga dapat dilakukan di mana saja, termasuk bagi teman-teman disabilitas seperti dirinya.

Atlet lainnya, Fajar Trihadi dari cabang olahraga akuatik, mengaku pandemi membuatnya kangen dengan kolam renang. Namun, ia memilih tetap menjaga kondisinya dengan tetap berolahraga di rumah. Selama pandemi ia disibukkan dengan sekolah dari pada pagi hari dan sore melakukan latihan fisik.

Baginya olahraga tanpa batas memiliki makna yang dalam.Menurutnya, olahraga memang tidak memberikan batas bagi siapa pun dengan kondisi apa pun untuk berusaha.

"Olahraga tidak memandang usia, tidak memandang miskin atau kaya, tidak juga fisik seseorang. Olahraga bisa dilakukan di mana pun dan oleh siapa pun," terang Fajar. (R-3)

BERITA TERKAIT