14 October 2020, 00:10 WIB

Tetap Produktif dengan Berolahraga


Dero Iqbal Mahendra | Fokus

WALAU di situasi pandemi covid-19, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta masyarakat tetap aktif berolahraga dalam upaya meningkatkan imunitas tubuh. Dorongan itu juga diperuntukkan para penyandang disabilitas.

Menurut Menpora Zainudin Amali, pihaknya kini menggalakkan kampanye #OlahragaTanpaBatas agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya pemuda, selalu produktif dan bangkit dari pandemi covid-19. Kampanye tersebut, kata Zainudin, sekaligus sebagai momentum untuk mengajak pemuda terkait peringatan SumpahPemuda ke-92 pada 28 Oktober 2020.

"Olahraga itu untuk semua kalangan, khususnya apa yang kita saksikan bagaimana teman-teman para atlet paralimpiade yang sudah memperlihatkan semangat juang luar biasa dan sudah membanggakan negeri kita," ungkap Zainudin Amali dalam seminar daring tentang kampanye #OlahragaTanpaBatas, Jumat (9/10).

Zainudin menyampaikan kampanye tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Olahraga Nasional bulan lalu. Presiden mengatakan olahraga merupakan salah satu instrumen untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Zainudin menjelaskan, meski pandemi memaksa semua orang untuk tetap di rumah, ketika kondisi kembali normal, olahraga tetap harus dilakukan sepanjang waktu.

Olahraga, jelasnya, memiliki banyak manfaat, baik bagi jiwa dan raga, seperti membantu menjaga pikiran agar tetap positif, memperkuat imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit, serta dapat pula berkontribusi menjadi prestasi yang membanggakan.

Khusus untuk penyandang disabilitas, diharapkan mereka tetap termotivasi seperti ketika tidak ada covid-19. "Penyandang disabilitas sudah terbukti menjadi pencetak prestasi dalam berbagai kompetisi olahraga di tingkat nasional maupun internasional sejak dulu," kata Zainudin.

"Kampanye #OlahragaTanpaBatas sekaligus memotivasi teman-teman penyandang disabilitas bahwa mendalami salah satu cabang olahraga secara serius dan konsisten dapat membuka peluang bagi siapa pun untuk meraih prestasi," sambungnya.

Zainudin pun memahami bahwa pandemi telah membuat berbagai ajang dibatalkan, termasuk ASEAN Para Games 2019 yang seharusnya digelar di Filipina tahun ini. Kekecewaan atlet disabilitas atas pembatalan itu juga sangat dimengerti, apalagi mereka sudah berlatih giat demi membuat Indonesia menjadi juara umum di ajang dua tahunan tersebut.

Meski ajang olahraga itu dibatalkan, Zainudin menyebut pihaknya justru melihat bertambahnya semangat luar biasa dari para atlet maupun para tenaga keolahragaan.

Semangat tersebut yang mendasari Kemepora untuk memfasilitasi berbagai kegiatan bagi teman-teman disabilitas yang ingin mengembangkan bakat. Terlebih belum lama ini Presiden telah membentuk Komisi Nasional Disabilitas.

Nantinya, kata Zainudin, Kemenpora akan berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai kementerian terkait. Diharapkan, dengan begitu akan dapat lebih mendorong pengembangan atlet agar lebih berprestasi lagi serta mendorong masyarakat untuk terus berlahraga.

 

Senam sundul

Selain dengan kampanye #OlahragaTanpaBatas, Kemenpora juga memperkenalkan senam Sundul Langit yang akan memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Senam Sundul Langit merupakan gerakan yang dikreasikan dengan gerakan-gerakan dalam sepak bola. Gerakan itu antara lain sundulan, oper bola, menggiring bola, gerakan kiper, hingga selebrasi gol.

Gerakan sepak bola dipilih karena cabang tersebut merupakan salah satu olahraga yang populer di masyarakat, khususnya anak-anak muda, sehingga diharapkan bisa lebih mudah untuk melakukannya.

Ini bukan pertama kali Kemenpora memperkenalkan gerakan senam sebagai upaya menambah semangat masyarakat agar giat berolahraga. Sebelumnya sudah ada lomba senam Stay at Home (SAH) yang digelar Juli lalu dalam rangka peringatan HUT ke-75 RI.

Zainudin berharap adanya senam Sundul Langit yang dikreasikan dengan gerakan yang mudah diikuti dapat menarik minat anak-anak muda untuk rutin melakukan senam.

Hal itu dilakukan demi menjaga imunitas tubuh anak-anak muda yang dinilai sangat penting dalam situasi pandemi covid-19. Apalagi grafik kasus infeksi covid-19 di Indonesia hingga kini tampak belum juga menunjukkan penurunan. "Kita harus bersinergi dan berkolaborasi. Saya harap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh, dan selanjutnya dapat menjadi pionir dalam menyosialisasikan senam ini," ujarnya. (Dro/Ant/R-3)

BERITA TERKAIT