14 October 2020, 01:15 WIB

Nasib Anwar di Tangan Raja


Nur Aivanni | Internasional

PEMIMPIN oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kemarin mengadakan pertemuan yang telah lama ditunggu-tunggu dengan Raja Malaysia, Sultan Abdullah.

Ini terkait dengan klaim Anwar sebelumnya tentang dukungan mayoritas parlemen untuk menggantikan Muhyiddin Yassin di kursi Perdana Menteri Malaysia. Anwar mengatakan telah menyerahkan sejumlah dokumen dan kini Sultan Abdullah akan memeriksa dokumen tersebut dalam beberapa hari ke depan. Sultan kemudian akan memanggil semua pimpinan partai untuk mendapat masukan.

“Saya sudah didukung lebih dari 120 anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan federal terbaru,” ungkap Anwar, yang menjadi anggota parlemen dari wilayah Port Dickson, dalam konferensi pers di Kuala Lumpur.

Awalnya pemerintahan Malaysia yang dipimpin Mahathir Mohamad runtuh pada Februari di tengah pertikaian politik. Muhyiddin Yassin kemudian menjadi perdana menteri tanpa melalui pemilu, tetapi dukungan koalisinya goyah dan para kritikus menuduhnya kurang legitimasi.

Dalam pengumuman yang mengejutkan bulan lalu, Anwar mengatakan dia telah mendapatkan dukungan yang cukup dari anggota parlemen untuk menggantikan Muhyiddin. Tetapi Sultan Abdulah, yang berhak menunjuk perdana menteri, sempat menunda pertemuan dengan Anwar karena tengah sakit.

Anwar, yang merupakan presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR), terpilih sebagai anggota parlemen dalam pemilihan sela pada Oktober 2018, lima bulan setelah koalisi Pakatan Harapan (PH) mengalahkan koalisi Barisan Nasional (BN) dalam pemilihan umum dan membentuk pemerintah federal. 

Anwar, yang menjalani hukumanpenjara karena kasus sodomi pada saat pemilihan umum diadakan, diberikan pengampunan kerajaan beberapa hari setelah PH menang. Kesempatan Anwar untuk menggantikan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri lenyap awal tahun ini ketika sekelompok anggota parlemen dari PKR dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) membelot.

Muhyiddin Yassin, presiden Bersatu, saat ini memimpin pemerintahan Perikatan Nasional (PN) yang terdiri dari para pembelot serta anggota parlemen dari Parti Islam SeMalaysia (PAS). 


Dukungan 

Anwar sejak awal menolak menyebutkan nama para anggota parlemen yang sekarang mendukungnya. Beberapa partai politik di kubu yang berkuasa, seperti Asosiasi Tiong hoa Malaysia dan PAS, secara terbuka membantah mendukungnya.

Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Ahmad Zahid Hamid mengatakan sudah mengetahui bahwa anggota parlemen dari partainya serta BN telah menyuarakan dukungan mereka untuk Anwar dan dia menghormati keputusan mereka.

Namun, Sekretaris Jenderal PN Hamzah Zainuddin mengatakan bahwa anggota parlemendari BN, Gabungan Parti Sarawak dan Partai Bersatu Sabah telah menjanjikan dukungan kuat kepada Muhyiddin. Beberapa analis sendiri percaya pergantian pemerintahan atau pemilihan umum tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat karena Malaysia tengah memerangi lonjakan virus korona. (AFP/Van/X-11)

BERITA TERKAIT