13 October 2020, 22:42 WIB

Penerbangan Langsung UEA-Israel Ditunda hingga Januari 2020


mediaindonesia.com | Internasional

PENERBANGAN langsung antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) yang dijadwalkan mulai pada Oktober setelah kesepakatan normalisasi akhirnya ditunda hingga Januari 2020. Penyebabnya tiada lain virus korona yang mengganas.

Perhubungan udara merupakan salah satu hasil paling nyata dari perjanjian yang ditandatangani di Gedung Putih bulan lalu itu. Tujuannya membuka peluang pariwisata dan bisnis untuk mengimbangi perlambatan covid-19 yang melemahkan ekonomi mereka.

Namun lockdown kedua di Israel--sekarang mencapai salah satu tingkat infeksi per kapita tertinggi di dunia--menjadi faktor penunda rencana itu. "Saya merasa dengan keberadaan covid-19 kami sedang berlari dengan tangan di belakang punggung," kata Wakil Wali Kota Yerusalem Fleur Hassan-Nahoum kepada AFP selama kunjungan ke Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (13/10).

"Seharusnya ada penerbangan langsung pada Oktober, lalu Israel ditutup. Sekarang, ketika saya berbicara dengan pejabat di sana-sini, kami melihat waktu yang pas yakni pada awal Januari nanti," kata Hassan-Nahoum yang juga salah satu pendiri Dewan Bisnis UEA-Israel.

Meskipun ada penundaan, Hassan-Nahoum mengatakan sektor pariwisata akan menjadi yang pertama mendapatkan keuntungan dari perjanjian normalisasi. Dengan kesepakatan yang mengejutkan semua orang, diperkirakan bakal ada 100 ribu-250 ribu pengunjung per tahun.

"Saya memberitahu Anda bahwa di Israel ada keinginan perdamaian dan normalisasi, terutama UEA yang merupakan ekonomi paling modern di Timur Tengah. Orang-orang sangat bersemangat," katanya.

Masuknya wisatawan baru akan menjadi kabar baik bagi Dubai. Kawasan ini tercatat memiliki PDB yang menyusut 3,5% pada kuartal pertama, setelah dua tahun bertumbuh moderat.

Maskapai penerbangan Emirates terpaksa memangkas ribuan pekerjaan. Padahal pariwisata menjadi andalan UEA yang menyambut lebih dari 16 juta pengunjung pada 2019. Negara tersebut menargetkan kedatangan 20 juta turis pada tahun ini.

UEA menjadi monarki Teluk pertama yang menormalkan hubungan dengan Israel. Ia juga menjadi negara Arab ketiga, setelah Yordania dan Mesir, yang menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi itu. Bahrain mengikuti jejak tetangganya di Teluk itu pada bulan lalu.

Setelah kesepakatan UEA diumumkan pada Agustus, El Al menerbangkan delegasi pejabat AS dan Israel ke Abu Dhabi. Itu adalah penerbangan komersial pertama antara kedua negara serta penerbangan resmi pertama maskapai Israel di atas kawasan Arab Saudi. (OL-14)

BERITA TERKAIT