14 October 2020, 00:30 WIB

Dua Kementerian Kawal Desa Berinovasi


(YR/MY/DW/N-2) | Nusantara

PEMBANGUNAN desa tidak pernah berhenti di masa pagebluk. Berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Kementerian Riset dan Teknologi menggulirkan Program Desa Berinovasi.

Salah satu wilayah yang diintervensi ialah Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Program itu menjangkau lokasi budi daya madu trigona.

"Lombok Utara mendapat perhatian khusus karena daerah ini tercatat sebagai kabupaten termiskin di NTB. Namun, daerah ini punya kekuatan, yakni penghasil madu berkualitas terbaik," ungkap Staf Khusus Kemenristek, Danang Rizki Ginanjar, saat mendatangi Desa Salut, bersama jajaran Kementerian Desa, kemarin.

Program Desa Berinovasi digulirkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. "Ke depan, program ini juga akan melibatkan triple helix yakni pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri," lanjut Danang.

Staf Khusus Kementerian Desa Dodik Wijaya optimistis budi daya madu mampu mengangkat perekonomian di desa tertinggal. "Melalui Badan Usaha Milik Desa budi daya madu bisa lebih berkembang dan optimal. Kemenristek membantu riset dan teknologi, sedangkan Kemendes pendampingan lembaga dan BUMDes."

Sementara itu, perkembangan BUMDes di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, juga memperlihatkan banyak kemajuan. Sebanyak 122 desa di wilayah itu telah memiliki BUMDes.

"Mereka bergerak mulai dari penyewaan tenda, usaha pertanian, perikanan, hingga pengembangan wisata. BUMDes sangat membantu menggerakkan perekonomian desa," kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desma Heryana.

Di sisi lain, permodalan UMKM di Sumatra Selatan juga terus mendapat dukungan perbankan. "Di masa pandemi, perbankan menyalurkan sekitar Rp4,4 triliun untuk kredit usaha rakyat, sehingga mampu memperkuat UMKM," kata Gubernur Herman Deru. (YR/MY/DW/N-2)

BERITA TERKAIT