14 October 2020, 00:00 WIB

Jatim Tertantang Kendalikan Korona


Faishol Taselan | Nusantara

PUJIAN yang disampaikan Presiden Joko Widodo atas keberhasilan Jawa Timur mengendalikan wabah covid-19 menjadi tantangan untuk tetap dapat mempertahankan kondisi positif tersebut.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta semua pihak tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan (prokes) yakni menjaga jarak, memakai masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

Meskipun Jawa Timur telah berhasil menunjukkan perbaikan dalam pengendalian penyebaran Covid-19, katanya, tantangan terbesar ialah bertahan di posisi saat ini dan mencegah euforia yang berlebihan.

"Tugas kita masih Panjang, yaitu memutus mata rantai penyebarannya. TNI-Polri tetap bersama kita dalam membantu penegakan disiplin protokol kesehatan, jaksa dan hakim masih membantu dalam operasi yustisi. Dokter dan nakes tetap memberikan pelayanan dan perawatan bagi para pasien covid-19," papar Khofifah di Surabaya, kemarin.

Mantan Menteri Sosial ini mengungkapkan berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Pusat per 12 Oktober 2020, tidak ada lagi zona merah di Jatim. Begitu pun dengan perkembangan kasus aktif di Jatim yang terus mengalami penurunan.

Hingga Senin (12/10) tersisa 3.040 kasus aktif atau setara dengan 6.43%. Persentase ini jauh di bawah persentase nasional yakni 19,68%.

Ambil contoh, di Jateng masih 6 ribu kasus, Jabar 9 ribu kasus, dan DKI 14 ribu kasus. Padahal awalnya Jatim adalah episentrum penyebaran covid-19.

Selain itu, lanjut Khofifah, persentase kesembuhan Jatim juga termasuk tertinggi di Pulau Jawa yakni mencapai 86,28%. Adapun persentase kematian di Jawa Timur cenderung melandai dalam dua bulan terakhir yakni pada kisaran 7.29%.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim yang gembira dengan semangat warganya bersatu melawan covid-19, memberikan penghargaan bagi Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, sebagi desa tangguh bencana terbaik kategori pratama.

Desa Klotok dinilai berhasil menerapkan prokes dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana. Penghargaan diterima Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein.

Secara terpisah, Bupati Sumenep, Jatim, Abuya Busyro Karim, berencana melibatkan pondok pesantren untuk kampanye disiplin prokes. Lembaga pendidikan tersebut dianggap memiliki pengaruh kuat di masyarakat, termasuk dalam penanggulangan penularan covid-19.

Berikan sembako

Begitu juga halnya Kota Semarang, Jatim, kini tengah berupaya keras mempercepat penanganan wabah korona. Satpol PP terus menggencarkan operasi penegakan disiplin prokes serta memberikan apresiasi berupa sembako kepada yang patuh.

Pemantauan Media Indonesia kemarin, Satpol PP bersama dinas dan instansi terkait di Kota Semarang menggelar operasi penegakan disiplin prokes. Lokasi dipilih ruas Jalan Kyai Saleh Semarang yang cukup ramai dilintasi warga.

Hasilnya, puluhan warga mulai dari tukang becak, sopir angkot, tukang sayur, ojek online dan karyawan swasta terjaring karena tidak menggunakan masker dan berkerumun.

Selain memberi sanksi kepada pelanggar, petugas juga memberikan penghargaan kepada belasan warga yang patuh dan taat prokes. Jika pada operasi sebelumnya diberikan berupa uang Rp50 ribu, kali ini mendapat paket sembako. "Kita hargai yang tertib aturan protokol kesehatan," kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. (HS/YK/MG/AS/N-1)

BERITA TERKAIT