13 October 2020, 21:00 WIB

Konsep Hunian Hijau Di Kawasan Industri Jadi Pilihan Konsumen


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

KEHADIRAN sejumlah pabrik manufaktur skala besar dengan ribuan pekerja menjadikan Karawang, Jawa Barat, sebagai wilayah paling pesat pembangunan serta pertumbuhan ekonominya. Bahkan, kini menjadi salah satu tujuan investasi terfavorit di tanah air. 

Namun, seiring dengan pertumbuhan itu secara tidak langsung polusi udara di wilayah yang terkenal sebagai Kota Industri terbesar di Asia Tenggara tersebut perlahan tapi pasti bakal kian meningkat.

Karena itu, pengembang properti Citra Swarna Group menawarkan solusi hunian hijau dengan fasilitas lengkap yang mengusung konsep “Pride of Living” melalui pengembangan proyek Kartika Residence, Karawang. 

Direktur Utama Citra Swarna Group Victor memprediksi, dalam beberapa tahun ke depan proyek Kartika Residence bakal menjelma sebagai kawasan hunian dengan nilai investasi paling menjanjikan di Karawang Timur. Sebab, konsep pengembangan yang diusung sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern. 

“Selain mengedepankan kualitas bangunan nomor wahid serta lingkungan hijau nan asri, lokasi proyek Kartika Residence juga sangat strategis, terletak di kawasan Kota Industri, tepatnya di Klari, Karawang Timur, Jawa Barat. Dua keunggulan ini belum tentu bisa diperoleh konsumen pada proyek yang dikembangkan developer lain,” papar Victor dalam keterangannya.

Direktur Operasional Citra Swarna Group Diding Wahidin mengungkapkan, Kartika Residence yang terletak di pusat Karawang Timur merupakan proyek perumahan ke-14 persembahan Citra Swarna Group. Dikembangkan dengan konsep kota mandiri terintegrasi, dekat dengan exit tol Karawang Timur, Terminal Bus Klari, Stasiun Kereta Klari serta pusat perbelanjaan seperti Lotte Mart, Carefour dan Mall Karawang.  

“Jarak ke simpul transportasi publik dan pusat kota, yaitu 5 menit. Sementara menuju Stasiun Kereta dan Terminal Klari cukup ditempuh dalam waktu 1 menit. Karenanya, kami punya keyakinan tinggi bahwa Kartika Residence menjadi salah satu proyek properti pilihan terbaik bagi para pencari rumah di Karawang Timur,” ungkap Diding.  

General Manager Sales &  Marketing Citra Swarna Group Hengky Japri mengungkapkan, dua klaster di Kartika Residence, Kabandungan dan Kawaluyaan sebanyak 468 unit bisa ludes dalam waktu singkat. Bahkan klaster ketiga, Karahayuan sebanyak 405 unit yang dibandrol mulai dari Rp400 juta sampai dengan Rp700 jutaan sudah terjual 85 persen, meski di masa Pandemi Covid-19 dan sebanyak 170 unit telah diserahterimakan kepada konsumen pada akhir September lalu. 

Baca juga : Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Pulih di 2021

“Begitu juga hunian pada Klaster Bougenville, Citra Swarna Grande di Jalan Kosambi, Telagasari, Karawang, kini sudah terserap sebanyak 50 persen dari total 323 unit yang ditawarkan. Ini merupakan proyek hunian lain yang kami kembangkan di wilayah Karawang, Jawa Barat,” imbuh Hengky.

Dia menjelaskan, pada Klaster Karahayuan yang dibangun di area seluas 5,9 hektar terdapat ragam pilihan  tipe rumah, yaitu untuk tipe satu lantai ARANA (30/60) Rp400 jutaan, AYANA (30/72) Rp450 jutaan, KANAYA (38/72) Rp500 jutaan, serta tipe KALYANA (45/90) Rp660 jutaan, Serta tipe rumah dua lantai ADARA (60/72) Rp700 jutaan.

Untuk mempermudah transaksi kepemilikan rumah pada proyek Kartika Residence, Citra Swarna Group menjalin kerjasama dengan perbankan swasta maupun BUMN, salah satunya Bank BTN. 

“Saat Pandemi Covid-19, seperti sekarang ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli rumah, sebab pemerintah dan perbankan memberikan banyak kemudahan melalui penawaran promo Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun cara bayar lainnya. Ini merupakan kesempatan emas untuk memulai investasi properti, karena harga jual sedang bagus-bagusnya. Sayang, jika kesempatan langka ini disia-siakan,” cetus Hengky Japri.

Di sisi lain, menambah kesan "hijau" proyek properti tersebut, Citra Swarna Group melakukan penanaman 1.000 pohon di kawasan Kartika Residence yang sekaligus sebagai area pengembangan ruang terbuka hijau di Karawang.

Untuk tahap awal pengembangan ruang terbuka hijau pada kawasan Kartika Residence akan ditanam pohon peneduh di sekitar jalan boulevard dan area danau yang memiliki luasan 2 hektar. Di sini, nantinya bakal dibangun hutan kota dengan 90 jenis pepohonan yang mencapai total 4.000 pohon. 

Kesembilan puluh pohon tersebut antara lain Kamboja, Mahoni, Cemara, Palm, dan Trembesi. Namun, mayoritas pohon peneduh yang ditanam di kawasan Kartika Residence adalah Trembesi. Sebab, tanaman ini dapat tumbuh lebih rindang bahkan dapat dibentuk menyerupai payung atau kanopi rumah dengan diameter 30 meter serta ketinggian mencapai 15-25 meter. Selain itu, dapat tumbuh di wilayah ber iklim tropis. (OL-7)

BERITA TERKAIT