13 October 2020, 17:43 WIB

Putus Rantai Penularan Covid-19 Lewat 3M dan 3T


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KETUA Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan, perubahan perilau masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Dia menuturkan, berdasarkan penelitian dari berbagai negara menunjukkan bahwa kebiasaan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), terbukti efektif menurunkan angka penularan virus.

“Contoh kasus, pakai masker saja di beberapa negara yang menerapkan secara ketat, dalam waktu 21 hari angkanya langsung turun. Kasus penularannya bisa tinggal 25 persen, jadi besar sekali dampaknya,” kata Sonny dalam konferensi pers, Selasa (13/9).

Baca juga : Update Covid-19: Pasien Positif 340.622, Sembuh 263.296

Sonny menuturkan, 17 persen masyarakan Indonesia yang tidak percaya terhadap covid-19, bisa berdampak kepada 83 persen masyarakat lainnya. Padahal, perubahan perilaku merupakan upaya di hulu untuk mengurangi beban fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang berada di hilir.

Selain 3M, upaya penanganan kesehatan dengan 3T (testing, tracing, dan treatment) juga perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Jadi kalau 3M dan 3T dilakukan secara bersamaan, penularan bisa diputus dengan lebih cepat. Jadi perubahan perilaku adalah partisipasi masyarakat. Kalau semua orang Indonesia patuh, dampaknya akan jadi besar,” tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT