13 October 2020, 17:36 WIB

BI Prakirakan Transaksi Berjalan Triwulan III 2020 Surplus


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) memprakirakan transaksi berjalan triwulan III 2020 mencatat surplus. Hal ini dipengaruhi perbaikan ekspor dan penyesuaian impor sejalan permintaan domestik yang belum kuat.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa prakiraan ini didorong potensi kenaikan surplus neraca perdagangan triwulan III 2020 yang relatif besar dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya.

"Pada Juli-Agustus 2020, neraca perdagangan mencatat surplus US$5,57 miliar. Dengan prospek surplus neraca transaksi berjalan tersebut dan surplus neraca finansial, secara keseluruhan neraca pembayaran pada triwulan III 2020 diprakirakan mengalami surplus," ungkapnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, Selasa (13/10).

Meskipun begitu, Perry mengakui bahwa terdapat aliran keluar investasi portofolio asing (net outflows) sebesar US$1,24 miliar. Namun, pada awal Oktober 2020, aliran masuk modal asing secara berangsur membaik sehingga per 9 Oktober 2020 tercatat net inflows sebesar US$0,33 miliar.

Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2020 tetap tinggi, yakni US$135,2 miliar, setara pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun ini diprakirakan tetap rendah, di bawah 1,5% dari PDB, sehingga terus mendukung ketahanan sektor eksternal di tengah dinamika penyesuaian aliran modal global," pungkas Perry. (OL-14)

BERITA TERKAIT