13 October 2020, 17:20 WIB

Fandom Bumilangit Bermarkas di Kaskus


Fathurrozak | Weekend

BERTEPATAN dengan setahun munculnya fandom Rakyat Bumilangit, kini mereka punya forum berdiskusi dan saling berbagi antusiasme lewat Kaskus. Melalui nama Rumah Perdamaian, nantinya para fan akan mendapat informasi terbaru, baik produk, acara, dan promo terkait produk kekayaan intelektual karakter Bumilangit.

“Nama Rumah Perdamaian dipilih oleh Joko Anwar, karena ini juga dikenalkan di film Gundala. Dan nanti akan ada makna lebih dalam ke depannya. Ini nama yang cocok untuk para fan Bumilangit. Di sini, kami akan memfasilitasi berbagai topik, informasi terbaru, dan perkembangan yang dilakukan,” kata pendiri dan CEO Bumilangit Entertainment Corpora, Bismarka Kurniawan, dalam konferensi pers virtual pada Senin malam, (12/10).

Menurutnya, sudah menjadi tugas tim Bumilangit untuk memikirkan pengalaman yang bisa memberikan kegembiraan secara berkesinambungan bagi para Rakyat Bumilangit mendatang. “Rencana go international sedang kami kerjakan. Sata percaya beberapa IP kita layaknya harus bisa bersaing di kancah internasional. Gundala kemarin memang target utamanya untuk pasar Indonesia. Tapi ternyata dapat sambutan luar biasa di mancanegara,” lanjut pria yang akrab disapa Koko itu.

Sementara itu, salah satu pemeran di film Gundala, Lukman Sardi, menyatakan keberadaan fandom Rakyat Bumilangit menjadi sentral dalam perkembangan jagat sinematik yang tengah dibangun. Memunculkan momentum untuk membangun ‘hype’ jagoan Indonesia. Hal ini juga diamini Abimana. Padahal, menurutnya nilai produk Indonesia sudah lebih progresif dari dekade-dekade sebelumnya bila dibandingkan dengan negara yang secara produk budaya kini lebih stabil. Ia mencontohkan, komik Sri Asih sudah berbicara isu perempuan berdaya sejak kemunculannya.

Bagi pemeran Gundala itu, meski tugasnya sudah tunai dengan membuka Bumilangit Cinematic Universe (BCU), dirinya mengungkapkan tanggung jawabnya semakin besar.

“Tanggung jawab semakin besar. Showrunner Marvel saja kan sudah ngomong untuk dikembangkan lagi buat jadi lebih besar. Itu yang ngomong sudah bukan kita lagi. Ke depan tantangannya masih ada lagi. Bersaingnya secara global. Perlu perbaiki kualitas, dan tentu kontennya lebih menarik lagi,” tutupnya. (M-1)
 

BERITA TERKAIT