13 October 2020, 16:49 WIB

Pandemi Buat Perbankan Semakin Tergantung pada Teknologi


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyebut kegiatan perbankan semakin bergantung pada teknologi sejak pandemi covid-19 melanda Tanah Air.

Pandemi juga mendorong masyarakat memanfaatkan saluran digital milik perbankan dalam transaksi keuangan. Per Maret 2020, ada peningkatan transaksi mobile banking sebesar 67,2% (yoy), atau 15% dari bulan sebelumnya menjadi 267 juta transaksi.

"Transaksi internet banking juga mengalami peningkatan sebesar 48,4% (yoy), atau 11,9% dari bulan sebelumnya menjadi 121 juta transaksi," jelas  Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat dalam seminar virtual, Selasa (13/10).

Baca juga: Jaga Nilai Tukar, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Selanjutnya pada Agustus 2020, terdapat peningkatan transaksi mobile banking sebesar 54,3% (yoy), atau 5,7% dari bulan sebelumnya menjadi 302,6 juta transaksi.

"Peningkatan juga terjadi pada internet banking sebesar 49,3%, atau 4% dari bulan sebelumnya menjadi 135 juta transaksi," imbuh Teguh.

Pemanfaatan teknologi bertujuan mendorong pelaku jasa keuangan agar beradaptasi. Upaya ini untuk mempertahankan eksistensi dan memenuhi kebutuhan nasabah secara efisien, aman dan cepat. Serta, memprioritaskan aspek kesehatan di masa pandemi covid-19.

Baca juga: Pertumbuhan Kredit Lambat, Ekonom: Laba Bank Terdampak

"Intensitas ketergantungan masyarakat akan teknologi semakin tinggi dan inovasi teknologi, mendorong banyak sektor ekonomi untuk memanfaatkan teknologi informasi," pungkasnya.

Situasi ini menandakan transformasi perbankan dari konvensional ke digital, juga didorong perkembangan teknologi. Salah satunya, teknologi Artificial Intelligence atau sistem yang mampu meniru intelejensi manusia dan dapat mempelajari data lampau.

"Artificial Intelligence diadopsi untuk menunjang kerja bank. Seperti ATM, profiling nasabah dan deteksi pola nasabah yang terdeteksi fraud," tandasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT