13 October 2020, 16:49 WIB

Permintaan masih Lemah Inflasi Tetap Rendah


Despian Nurhidayat | Ekonomi

INFLASI akan tetap rendah sejalan dengan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2020 yang tercatat deflasi 0,05% (mtm) sehingga inflasi IHK sampai September 2020 tercatat 0,89% (ytd).

Secara tahunan, inflasi IHK tercatat rendah sebesar 1,42% (yoy). Sebenarnya angka ini lebih tinggi dari inflasi Agustus 2020 sebesar 1,32% (yoy).

"Inflasi yang rendah dipengaruhi turunnya inflasi inti sejalan permintaan domestik yang belum kuat serta konsistensi Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi dalam kisaran target dan menjaga stabilitas nilai tukar," ungkap Gubernur Bank indonesia (BI) dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, Selasa (13/10).

Perry menambahkan bahwa inflasi kelompok volatile food tetap rendah dipengaruhi berlanjutnya penurunan harga bahan pangan seiring permintaan domestik yang belum kuat, pasokan yang memadai sejalan panen di beberapa sentra produksi, distribusi yang terjaga, dan harga komoditas pangan global yang rendah.

Selain itu, inflasi kelompok administered prices melambat terutama didorong berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara. "Bank Indonesia memprakirakan inflasi 2020 lebih rendah dari batas bawah target inflasi dan kembali ke sasarannya 3,0% ± 1% pada 2021," ujar Perry.

"Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi tetap dalam kisaran targetnya," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT