13 October 2020, 16:37 WIB

Stimulus Fiskal dan Perbaikan Ekspor Pulihkan Ekonomi Domestik


Despian Nurhidayat | Ekonomi

DI tengah ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi covid-19, Bank Indonesia (BI) memandang bahwa pertumbuhan ekonomi domestik secara perlahan mengalami perbaikan, terutama didorong stimulus fiskal dan perbaikan ekspor. Hal ini ditunjukkan dengan perkembangan pada Agustus-September 2020 bahwa belanja pemerintah meningkat didorong stimulus fiskal terkait perlindungan sosial dan dukungan UMKM.

"Ekspor lebih baik dari prakiraan ditopang berlanjutnya permintaan global, terutama dari AS dan Tiongkok, untuk beberapa komoditas, seperti besi dan baja, pulp dan waste paper, serta tekstil dan produk tekstil (TPT)," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, Selasa (13/10).

Secara spasial, lanjut Perry, perbaikan ekspor juga didorong beberapa daerah luar Jawa, seperti Sumatra, Bali-Nusa Tenggara, dan Sulawesi-Maluku-Papua. Peran positif stimulus fiskal dan kenaikan ekspor serta investasi bangunan yang tetap baik sejalan berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menyangga pemulihan ekonomi di tengah konsumsi rumah tangga yang masih terbatas.

"Perbaikan ekonomi Indonesia tercermin pada kenaikan sejumlah indikator dini, seperti penjualan eceran dan online, job vacancy, serta pendapatan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, kata Perry, pemulihan ekonomi domestik diprakirakan berlanjut dipengaruhi oleh membaiknya perekonomian global serta meningkatnya realisasi anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kemajuan dalam program restrukturisasi kredit dan berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial BI.

"Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi," pungkas Perry. (OL-14)

BERITA TERKAIT