13 October 2020, 16:33 WIB

Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Pulih di 2021


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KEMENTERIAN Keuangan optimistis pertumbuhan ekonomi akan terakselerasi dan pulih kembali di 2021 setelah tertekan akibat pandemi di 2020. Alasannya, tanda perbaikan telah terlihat di semester II 2020 dan merangkak naik beriringan dengan kebijakan yang diambil pemerintah.

"Dalam beberapa kesempatan kami mengatakan outlook perekonomian minus 1,7% sampai minus 0,6%. Di 2021, dengan beberapa upaya dan kebijakan yang konsisten kita upayakan untuk dilakukan, kita berharap pertumbuhan itu akan berada di kisaran 5% dan sudah ditetapkan di dalam APBN 2021," ujar Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Ubaidi Socheh Hamidi dalam Bincang APBN 2021 secara virtual, Selasa (13/10). 

Baca juga: Gubernur BI Yakin Perbaikan Ekonomi Global Terus Berlanjut

Optimisme pemerintah, kata dia, diharapkan dapat terealisasi dan membuat perekonomian nasional di 2021 berada dalam zona positif. Institusi pengelola keuangan negara juga berasumsi tingkat inflasi akan terjaga dengan baik sesuai target di kisaran 3% plus minus 1%.

Selain itu, seiring dengan upaya produksi dan distribusi vaksin, diasumsikan pula arus barang dan aktivitas orang dapat kembali berjalan normal secara bertahap. Pun demikian dengan kondisi pasar keuangan baik di level global maupun nasional yang akan bergerak ke arah positif secara bertahap.

Kendati begitu, kebijakan fiskal di 2021 akan dijalankan dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian. Sebab, asumsi-asumsi pemerintah itu akan bersebrangan dengan ketidakpastian pandemi covid-19.

"Kebijakan ekonomi global maupun nasional masih tetap akomodatif baik fiskal maupun moneter, utamanya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Memang ada beberapa risiko terutama karena pandemi masih tereskalasi, vaksin butuh waktu yang lebih lama untuk penyediaannya dan risiko ketidakpastian dari global dan geopolitik," jelas Ubaidi.

Diketahui, DPR dan pemerintah menyepakati asumsi dasar makro ekonomi 2021 meliputi, pertumbuhan ekonomi 5%, laju inflasi 3%, nilai tukar rupiah Rp14.600 terhadap dolar Amerika Serikat, tingkat suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun di angka 7,29%, harga minyak mentah Indonesia US$45 per barel, lifting minyak bumi 705 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.007 ribu barel setara minyak per hari.

Sedangkan postur APBN 2021 disusun dengan target pendapatan negara sebesar Rp1.743,7 triliun dan belanja negara mencapai Rp2.750 triliun. Defisit juga disepakati tetap berada di angka 5,7% atau setara Rp1.006,4 triliun. (OL-6)

BERITA TERKAIT