13 October 2020, 15:27 WIB

Dataran Tinggi di Jawa Timur Krisis Air Bersih


Faishol Taselan | Nusantara

KRISIS air bersih kini melanda masyarakat perdesaan, khususnya daerah dataran tinggi di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Karenanya, pemerintah setempat mulai melakukan pembagian air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menerjunkan BPBD daerah untuk melakukan pembagian air. Tengok saja, BPBD Situbondo mengerahkan dua truk tangki untuk menyuplai air bersih bagi yang terdampak.

Untuk memperoleh hal itu, pemimpin desa mesti terlebih dulu mengirim surat permintaan dropping air bersih. Tidak heran beberapa warga masih menanti kedatangan pembagian air bersih.

Contohnya, warga di Desa Rajek Wesi Kecamatan Kendit. Mereka mengaku dilanda krisis air bersih. Warga kini masih menunggu kedatangan truk tangki berwarna oranye milik BPBD Kabupaten Situbondo.

Tak hanya warga di Kecamatan Kendit, beberapa warga di kecamatan lain, khususnya dataran tinggi, juga mengalami krisis air bersih. Setiap hari, warga bersusah payah mendapatkan air bersih, meski jarak tempuh cukup jauh untuk menuju sumber air.

Sekretaris BPBD Situbondo Budi Narwanto dalam laporannya di BPBD Jatim di Surabaya, kemarin, mengatakan, dropping air bersih telah dilakukan oleh pihaknya ke dusun yang dilanda krisis air bersih. Dua truk tangki berkapasitas 5.000 liter milik BPBD setiap hari melakukan dropping secara bergantian bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih.

"Dropping air bersih telah dilakukan oleh petugas BPBD di lima kecamatan di Kabupaten Situbondo. Tidak menutup kemungkinan, jika terjadi musim kemarau panjang, beberapa desa akan dilanda krisis air bersih," katanya.

Pejabat tinggi desa yang terdampak diharapkan segera melaporkan ke kantor BPBD jika mengalami krisis air bersih. Berselang beberapa hari, pihak BPBD pasti akan melakukan dropping air bersih ke daerah terdampak. (OL-14)

BERITA TERKAIT