13 October 2020, 14:12 WIB

Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia Kisaran Rp200 Ribu


Atalya Puspa | Humaniora

DIREKTUR Utama Bio Farma Honesti Basyir memastikan harga untuk vaksin covid-19 di Indonesia tidak akan memberatkan pemerintah. Kisaran harganya Rp200 ribu per dosis.

"Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin covid-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia," ujar Honesti dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).

Hal tersebut disampaikan Honesti menanggapi pemberitaan yang menyatakan bahwa Sinovac sudah menandatangani kontrak pengadaan vaksin dengan Brasil yang akan menjualnya dengan harga US$1,96 per dosis.

“Informasi harga vaksin covid-19 di Brasil, telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac. Mereka sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma, yang memastikan, bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak US$90 juta dengan Pemerintah Brasil tidak tepat, dan mengenai harga US$1,96 per dosis pun tidak tepat. Sebab, pengirimannya saja tiap dosisnya, sekitar US$ 2 per dosis," tuturnya.

Honesti melanjutkan, dalam surat resmi yang disampaikan oleh Sinovac, pihak Sinovac menyampaikan dalam penentuan harga vaksin covid-19, ada beberapa faktor yang menentukan harga vaksin. Salah satu faktornya adalah tergantung pada investasi pada studi klinis fase 3 terutama dalam uji efikasi dalam skala besar.

Demikian juga dengan penentuan harga di Indonesia akan mengikuti prinsip-prinsip tersebut.

"Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin covid-19 ini, tidak dapat disamakan," tambahnya.

Baca juga: Dua Kali Divaksin Covid-19, Relawan Merasakan Gampang Lapar

Adapun, untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac Tiongkok untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin korona di fasilitas Sinovac di Beijing, Tiongkok, termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP).

Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin covid-19 masih berjalan di minggu kedua bulan Oktober 2020.

Data terakhir menunjukan sampai dengan tanggal 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudah mendapat penyuntikan kedua, dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode monitoring.

"Hingga saat ini Uji Klinis tahap 3 berjalan lancar dan belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin covid-19," tukasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT