13 October 2020, 13:45 WIB

Pendekatan Keagamaan lebih Efektif Ciptakan Perdamaian


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meyakini pendekatan keagamaan lebih efektif dalam menciptakan perdamaian ketimbang pendekatan militer dan kekerasan. Pasalnya, seluruh agama mengajarkan umatnya untuk berperilaku jujur, santun, memupuk cinta kasih dan menentang semua bentuk kezaliman. 

“Perdamaian yang dibangun di atas jalinan kesadaran tentang pentingnya kerukunan dan saling menghormati akan jauh lebih kokoh daripada suatu penaklukan militer dan kekerasan yang telah terbukti dalam catatan sejarah selalu menyisakan kehancuran dan dendam,” tegasnya pada acara Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi ke-2571 yang diselenggarakan oleh  Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) melalui konferensi video, Selasa (13/10).

Wapres menjelaskan teologi kerukunan selain merupakan salah satu pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945, juga merupakan bagian dari prinsip agama Islam, yakni ukhuwwah wathaniyah atau persaudaraan sesama warga bangsa dan persaudaraan sesama umat manusia. 

“Salah satu implementasi teologi kerukunan itu adalah penggunaan narasi kerukunan di antara sesama warga bangsa baik dalam pergaulan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adapun perwujudan dari narasi kerukunan tercermin dalam kesantunan berperilaku dan berekspresi, saling menghormati dan saling menghargai dalam berinteraksi dan berkomunikasi,” ungkap Wapres.

Ma’ruf menekankan bahwa teologi kerukunan merupakan pendekatan yang tepat untuk diterapkan pada bangsa yang majemuk seperti Indonesia. Dengan pertimbangan itu, ara pendiri bangsa pun merumuskan dan mengukuhkan Pancasila sebagai dasar negara. 

“Beberapa contoh manifestasi nilai luhur Pancasila yang utama misalnya menjaga kerukunan antar umat beragama, antar kelompok dan antar golongan, memajukan pendidikan, menghapuskan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Selain pemerintah, semua elemen bangsa juga mengemban tugas yang sama sesuai kapasitasnya dalam mewujudkan cita-cita tersebut,” tutur Wapres.

Wapres juga mengimbau, di masa pandemi covid-19 saat ini, pemuka agama aktif mendorong dan membimbing umatnya untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. Ia menilai hal ini akan sangat membantu dalam memutus rantai penyebaran covid-19 karena umat akan mendengar nasihat dan bimbingan para pemuka agama. 

“Nasihat dan bimbingan pemuka agama tentu akan memperkuat keyakinan dan kepatuhan umatnya tentang bahaya dan akibat yang sangat merugikan apabila protokol kesehatan tidak diindahkan,” pungkasnya. (P-2)

BERITA TERKAIT