13 October 2020, 13:35 WIB

Kurangi RS Rujukan Covid-19, Sidoarjo Bersiap Menuju Zona Kuning


Heri Susetyo | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo akan mengurangi jumlah rumah sakit rujukan seiring dengan terus berkurangnya pasien covid-19. Wilayah ini juga ditargetkan bisa berubah dari zona orange menjadi zona kuning dalam dua minggu mendatang.

Saat ini, terdapat 11 rumah sakit rujukan di Sidoarjo di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, Mitra Keluarga Waru, Siti Hajar, Siti Khodijah, Bhayangkara Porong, Anwar Medika, Citra Medika dan sejumlah RS lainnya.

Rencananya, RS rujukan covid-19 akan dikurangi karena jumlah pasien terus berkurang. Fakta di lapangan, antara jumlah tempat tidur yang tersedia dengan jumlah pasien yang dirawat selisihnya terus menjauh.

Seperti di RSUD yang menyediakan 175 tempat tidur, saat ini hanya terisi 76 pasien covid -19. Dari jumlah tersebut sekitar 30% merupakan pasien rujukan dari luar daerah. Demikian pula di RS Anwar Medika Krian saat ini tinggal merawat 22 pasien covid-19. Dari jumlah tersebut, lima pasien di antaranya juga rujukan dari Kabupaten Malang. Pun dengan rumah sakit rujukan lainnya kondisinya kurang lebih sama.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menginginkan jumlah RS rujukan ini dikurangi karena jumlah pasien terus berkurang. Demikian pula pasien rujukan dari luar daerah juga akan dibatasi maksimal 5%.

"Pembatasan pasien covid-19 dari luar daerah maksimal lima persen ini masih dalam kajian forkopimda. Termasuk mengurangi rumah sakit swasta rujukan covid-19 juga masih dalam kajian. Jika dua usulan sudah diputuskan bersama maka segera akan kita usulkan ke Gubernur Jawa Timur," kata pejabat Bupati Sidoarjo Hudiyono usai sidak di RSUD Sidoarjo dan Anwar Medika, Senin (12/10).

Baca juga: Divonis 3 Tahun, Mantan Bupati Sidoarjo Nyatakan Banding

Melihat perkembangan seperti saat ini, Hudiyono meyakini Sidoarjo bisa segera masuk zona kuning. Apabila dalam sehari rata-rata kasus yang meninggal karena covid-19 hanya satu orang dan jumlah kasus konfirmasi positif maksimal 20 orang, maka Sidoarjo akan berubah menjadi zona kuning dua minggu mendatang.

Hudiyono sengaja melakukan sidak ke RS rujukan karena ingin mengetahui data sebenarnya di lapangan dan dicocokkan dengan laporan dari dinas kesehatan.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan pengurangan RS rujukan akan membuat pengawasan dan evaluasi lebih efektif. Sehingga penanganan pasien juga bisa lebih fokus.

"Kita melihat rumah sakit rujukan terlalu banyak, agar lebih mudah dalam pemantauannya kita usulkan untuk dikurangi saja," kata Usman.

Dalam waktu dekat, forkopimda akan mengusulkan kebijakan-kebijakan sehingga target dalam dua minggu ke depan tingkat kematian dan penyebaran covid-19 segera turun signifikan. Jika target dalam dua minggu Sidoarjo berubah menjadi jadi zona kuning, forkopimda juga akan usul pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka secara bertahap.(OL-5)

BERITA TERKAIT