13 October 2020, 13:23 WIB

Sultan HB X Sebut Tiga Prioritas Utama Untuk Akselerasi Belanja


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pentingnya akselerasi belanja pemerintah sebagai stimulus fiskal guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi di triwulan IV. 

"Tiga prioritas utama (akselerasi belanja pemerintah), yaitu kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dukungan bagi dunia usaha yang terdapat dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," terang Sri Sultan dalam Rapat Koordinasi Daerah  Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020 bertempat di Kompleks Kepatihan, Selasa (13/10).

Lebih lanjut, para kuasa pengguna anggaran satuan kerja (satker) lingkup DI Yogyakarta diiimbau untuk bekerja cepat, efesien, extraordinary, dan berkomitmen dalam melakukan percepatan penyerapan anggaran belanja pemerintah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 16 satuan kerja dan diikuti oleh seluruh satuan kerja lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta melalui media zoom. Kegiatan tersebut juga merupakan wujud upaya mendorong  percepatan kegiatan dan belanja pemerintah yang berkualitas.

Belanja Negara di DI Yogyakarta semakin terakselerasi sampai dengan akhir September 2020. Demikian pula halnya dengan kinerja program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus meningkat sebagai bagian dari stimulus untuk mendorong perekonomian. Di wilayah DIY sendiri, Pandemi Covid-19 ini berdampak cukup besar pada perekonomian DIY yang membukukan pertumbuhan minus 6,47 persen (yoy) pada triwulan II 2020.

Terkait hal tersebut, APBN akan terus melaksanakan fungsinya sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini dan pemulihan. Baik dari sisi penerimaaan seperti insentif di bidang perpajakan maupun dari sisi belanja, baik itu belanja bansos, Kementerian Lembaga dan Transfer Daerah. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan konsumsi masyarakat dan mengembalikan confident investasi.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta, Sahat MT Panggabean menyampaikan, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp10,04 triliun atau 63,16 persen. Sedangkan belanja transfer ke daerah dan Dana Desa telah mencapai Rp10,06 triliun atau 86,09 persen.

"Realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di DIY juga menunjukkan tren positif," jelas dia dalam Rakorda Pelaksanaan Anggaran 2020.

baca juga: Gubernur Erzaldi Paparkan Strategi Pemulihan Ekonomi Babel

Sebagai upaya mengakselerasi belanja pemerintah, satuan kerja diminta merealisasikan belanja untuk penanganan Covid-19. Kegiatan yang semua direncanakan pada Triwulan IV Tahun 2020 diminta dilaksanakan secepatnya. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan atas Satker Berkinerja  Terbaik dalam Pelaksanaan Anggaran TA 2020, yaitu ROOPS Polda DIY (kategori pagu s.d Rp5 miliar), Kantor Kemenag Kab. Sleman (kategori pagu Rp5 miliar s.d Rp15 miliar) dan SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi DIY (kategori pagu di atas Rp15 miliar), serta SKPD Berkinerja Terbaik dalam Pelaksanaan Anggaran TA 2020, yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT