13 October 2020, 13:15 WIB

Gandeng Modal Rakyat, BRI Salurkan Rp30 Miliar Kepada UMKM


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi bekerja sama dengan PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat). Dalam kerja sama strategis ini BRI berkomitmen akan menyalurkan pembiayaan hingga sebesar Rp30 miliar untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Modal Rakyat.

Co-Founder Modal Rakyat Stanislaus Tandelilin mengatakan bentuk kerja sama ini menjadi salah satu wujud kolaborasi antara perbankan dengan industri teknologi finansial, khususnya peer-to-peer (p2p) lending.

"Kami sangatlah beruntung bisa mendapat kepercayaan dari BRI sebagai bank ternama di Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bisa mengakselerasi inklusi keuangan, terutama mendukung para pelaku UMKM dalam menghadapi situasi pandemi," kata Stanislaus melalui keterangan tertulis, Selasa (13/10).

Modal Rakyat sebagai salah satu perusahaan P2P lending yang terdaftar di OJK sejak Juni 2018 telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp550 miliar kepada lebih dari 4 ribu peminjam yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Jumlah total pendana yang terdaftar di Modal Rakyat sebanyak lebih dari 45 ribu pendana. Kerja sama dengan BRI akan memperkuat pembiayaan untuk UMKM yang mengajukan pinjaman di Modal Rakyat.

"Adapun penyaluran akan difokuskan bagi sektor usaha kecil dan menengah dengan nilai penyaluran rata-rata Rp250 juta," ujar Stanislaus.

BRI dan Modal Rakyat berharap kerja sama ini menjadi salah satu bentuk gotong-royong untuk memajukan UMKM di Indonesia. Ke depan sinergi masih diperlukan, tidak hanya dari sektor perbankan dan industri teknologi finansial, tetapi dari semua instansi, lembaga, dan masyarakat dapat terlibat aktif untuk mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

"Tidak hanya kolaborasi dan kerja sama antarindustri, melainkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung perkembangan UMKM juga masih sangat diperlukan," jelasnya.

Pada 2017 tercatat lebih dari 62 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dengan 98,7% di antaranya merupakan usaha mikro, sebanyak 1,2% usaha kecil, 0,11% menengah, dan usaha besar hanya 0.01%. (E-3)

BERITA TERKAIT