13 October 2020, 13:13 WIB

Gubernur Erzaldi Paparkan Strategi Pemulihan Ekonomi Babel


mediaindonesia.com | Nusantara

GUBERNUR Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, menyampaikan startegi pemulihan ekonomi Bangka Belitung di masa dan pasca pandemi Covid-19 pada kegiatan Seminar Nasional & Call For Paper bertajuk 'The New Normal Perekonomian Indonesia : Tantangan dan Strategi' yang diselenggarakan Universitas Bangka Belitung secara virtual, Selasa (13/10).

Dalam pemaparannya, Gubernur Erzaldi mengatakan pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai dampak perekonomian di Babel

"Untuk itu pemerintah berupaya menyiapkan skema dan melakukan berbagai upaya pemulihan ekonomi Babel yang terus menurun mulai dari triwulan I di tahun 2020. Bahkan, pada triwulan ke II tahun ini, pertumbuhan ekonomi di Babel berkontraksi di angka 4,98% setelah pada triwulan I masih dapat tumbuh sebesar 1,35%," ungkapnya.

Menurut Erzaldi, ada beberapa hal yang sudah dilakukan Pemprov Babel untuk menjaga kondisi perekonomian di Bangka Belitung agar tidak semakin terpuruk. Apalagi Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang memiliki tingkat penularan Covid-19 yang cukup rendah serta tingkat kesembuhan yang tinggi.

"Tetapi kami minta masyarakat tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan karena kondisi tersebut tentu sangat mendukung untuk pemulihan ekonomi di Babel," ujarnya.

Gubernur Erzaldi juga menjelaskan bahwa dampak Covid-19 memberikan tekanan pada perekonomian dari sisi permintaan maupun penawaran. Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya konsumsi masyarakat dan pemerintah, namun ekspor Babel masih bertumbuh mengingat permintaan ekspor masih tinggi.

Untuk itu, Pemda Babel bersinergi dengan pemerintah pusat terus berkolaborasi mengembalikan dan menstabilkan perekonomian di Babel pascapandemi dengan pertumbuhan ekonomi ke angka 3%-4%. Ada beberapa langkah yang saat ini dilakukan Pemprov Babel. 

"Yang pertama sebagai daerah pariwisata, sejak ditetapkannya new normal maka pada bulan Juli 2020 yang lalu, kita mulai membuka sektor pariwisata dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, untuk mendorong daya beli masyarakat, pemerintah juga mendorong dan membuka tempat-tempat wisata baru dengan konsep pemberdayaan masyarakat sekitar," ujar Gubernur Erzaldi.

Sedangkan di sektor pertanian, perternakan, tanaman pangan, holtikultura, dan perikanan, Pemprov. Babel mendorong sistem pertanian melalui pola mandiri dan berbasis koorporasi dengan penanaman padi seluas 30 ribu hektare.

"Selain itu kita juga memfasilitasi pelaku usaha melakukan budidaya udang vaname untuk memenuhi permintaan ekspor. Di sektor perternakan kita juga mendorong peternakan, pertanian, dan perikanan untuk menggunakan program kredit usaha rakyat (KUR). Selain kita juga terus mendorong produktivitas usaha perkebunan seperti durian, porang, dan nanas yang saat ini sudah mulai dilirik oleh beberapa offtaker," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Erzaldi juga menekankan pentingnya mendorong sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang saat ini ikut terpuruk akibat pendemi Covid 19. Pemprov. Babel juga menggelontorkan dana Rp1miliar untuk penguatan branding produk serta fasilitasi perdagangan produk UMKM melalui e-comerece nasional maupun internasional

Untuk sektor industri dan ekspor-impor, Pemprov Babel juga terus mendorong dan memfasilitasi investasi industri pengolahan dan pemurnian di Kawasan Industri Sadai. 

"Kita sudah melakukan kerja sama dengan beberapa investor asing untuk membangun industri hilirisasi timah, glass (kaca), revenery untuk B100, dan cold storage untuk udang vaname di Kawasan Industri Sadai," ujarnya. (RO/OL-09)

Dalam seminar tersebut, Gubernur Erzaldi mengatakan bahwa pemda terus bersinergi dan mendorong pelaksanaan program-program pemerintah pusat dalam menyalurkan stimulus dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Strategi keempat yakni di sektor sosial dan kemasyarakatan melalui dukungan dan mendorong kelancaran program pemerintah pusat untuk penyaluran stimulus fiskal untuk masyarakat yang terdampak Covid-19," pungkasnya.

Kegiatan seminar dibuka oleh Rektor UBB, Dr. Ibrahim M.Si dan menghadirkan narasumber yakni Gubernur Erzaldi Rosman, Bupati Belitung,  Prof. Dr. Saadiah Mohamad dari Universitas Teknologi MARA Malaysia, Anggito Abimayu dari Universitas UGM, Teguh Dartanto dari UI, M.Rizky dari PT Timah Tbk, Prof.Dr.Abdul Halim dari UGM, serta Bappeda Kab. Bangka.
 

BERITA TERKAIT